Sinyal PDIP, Cawapres Jokowi dari Indonesia Timur

BERBAGI

Sejarah Buruk

Pilpres 2019 juga berpotensi menjadi sejarah buruk bagi Indonesia Timur, khususnya di Sulsel. Pertarungan dalam merebut kursi orang nomor satu dan dua di repoblik ini terancam tanpa tokoh Sulsel untuk pertama kalinya, dalam sistem pemilihan langsung.

BACA JUGA:
Ditanya Soal Pilpres, Begini Jawaban SYL
Soal SYL atau Abraham Samad, Nasdem Sulsel Bilang Begini
Aktivis Anti Korupsi Sebut Abraham Samad Paling Layak Dampingi Jokowi

Jika mengacuh pada beberapa survey, poros utama kekuatan tokoh Sulsel masih kepada sosok Jusuf Kalla. Sementara JK sendiri dipastikan tak bisa lagi maju sebagai Cawapres setelah Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan uji materi soal masa jabatan presiden-wakil presiden. Gugatan agar Jusuf Kalla bisa menjadi cawapres di Pilpres 2019 itu ditolak lantaran pemohon dinilai tidak memiliki kedudukan hukum atau legal standing.

JK untuk maju sebagai Calon Presiden sendiri terbilang sulit jika mengacu pada konstalasi politik terkini.

Beberapa tokoh Sulsel lain, seperti Syahrul Yasin Limpo (Syl), Amran Sulaiman, dan Abraham Samad yang sebelumnya sempat digadang-gadang untuk mendampingi Petahana Jokowi, tampak kian sulit.

loading...