Soal Sujud Syukur, Danny: Ini Kan Ibadah

BERBAGI
Walikota Makassar, Moh. Ramdan ,Danny, Pomanto

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto (Danny) menjelaskan secara detail mengenai dua laporan partai pengusung pasangan tunggal Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) terhadap dirinya.

Danny mengatakan, sebenarnya foto-foto sujud syukur tersebut dilakukan setelah quick count selesai.

“Bagaimana mungkin saya sujud syukur setelah quick count kemudian berubah suara, kan gak mungkinlah kira-kira seperti itu,” beber Danny saat ditemui usai pemeriksaan di Kantor Bawaslu Sulsel, Jalan Andi Pangerang Pettarani Makassar, Selasa dini hari (10/7/2018).

Danny mengaku, ada dua pertanyaan saat dimintai keterangan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulsel yakni mengenai sujud syukur dan TMS.

Laporan pertama, termasuk karena dirinya memenuhi undangan dari salah satu komunitas dalam rangka kegiatan halalbihalal sebelum pencoblosan berlangsung.

Laporan kedua, karena dirinya dianggap berpihak terhadap Koko dan memperlihatkan ekspresi sujud syukur atas kemenangan rakyat Kota Makassar. “Barusannya ada sujud syukur dipermasalahkan, baru sujud syukur ini kan ibadah,” ungkap Danny.

Menurutnya, ekspresi sujud syukur tersebut merupakan keinginan masyarakat Kota Makassar atas kemenangan rakyat. Terlebih pada saat itu dirinya menghimbau agar tidak ada yang keluar merayakan kemenangan Koko.

“Saya sampaikan kepada masyarakat gak usah kita keluar, kemudian ada yang mengusulkan bagaimana kalau kita sujud syukur saja, ayo saya yang pimpin kebetulan sholat juga saya pimpin waktu itu,” jelasnya.

Selain itu, sujud syukur juga dalam rangka menyambut rasa kebahagiaan dari masyarakat Kota Makassar, sebab pasca quick count masyarakat menganggap suara rakyat lebih dominan.

“Dalam rangka masyarakat bahagia, masa wali kotanya tidak bahagia. Mereka bersyukur ya saya bersyukur juga, masa kita yang dekat sekali sama rakyat, masa kita tidak bersyukur,” pungkasnya.

loading...