Diduga Nikmati Dana Jamaah, Istri CEO Abu Tours Jadi Tersangka

BERBAGI
Polda Sulsel

MAKASSAR, SULSELRKSPRES.COM – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel) menetapkan istri CEO PT. Abu Tours and Travel, Nursahriah sebagai tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dana jamaah umrah.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan bahwa Nursahriah yang merupakan Komisaris Utama di PT. Abu Tours and Travel yang mengetahui lalu lintas keuangan dari Abu Tours.

“Berdasarkan penyidikan dan alat bukti Nursahriah mengambil uang jamaah dari rekening penampungan Abu Tours dan digunakan untuk kepentingan pribadi,” katanya, saat merilis kasus tersebut, di Mapolda Sulsel, Rabu (11/7/2018).

Nursahriah juga diduga turut serta dalam mendistribusikan sebagian dana dari rekening penampungan Abu Tours and Travel di luar kepentingan perjalanan umrah.

“Termasuk ditemukannya aliran dana dari rekening penampungan Abu Tours menuju rekening atas nama tersangka,” jelas, Dicky di yang didampingi Direktur Kriminal Khusus, Kombes Pol Yudhiawan.

Istri CEO PT. Abu Tours and Travel itu disangkakan dengan pasal 374 subs 372 KUHPidana jo pasal 55 ke 1 KUHPidana jo pasal 64 ayat 1 KUHPidana dam atau pasal 5 Undang-undang RI no 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

“Tersangka diancam dengan pidana penjara paling lama 20 tahun dan atau denda paling banyak Rp1 miliar,” jelasnya.

Dari kasus tersebut Polda Sulsel telah menyita aset bergerak maupun tidak bergerak seperti 33 aset benda tidak bergerak (tanah dan bangunan), 36 uniy kendaraan roda 4, 5 unit kendaraan roda 2, 41 alat elektronik, 9 unit usaha, uang sebanyak Rp226. 268. 570, dan sejumlah barang berharga lainnya.

Jika ditotal maka aset Abu Tours and Travel yang telah disita oleh Polda Sulsel sejak lima bulan lalu mencapai Rp200 miliar.

 

loading...