BNN: Sulsel Posisi 9 Penyalahgunaan Narkoba

BERBAGI
enjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono menghadiri puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di GOR balai rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Baddoka Makassar, di Jalan Batara Bira, Keluarahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (12/7)/ IST

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan hasil survei nasional penyalahgunaan narkoba di 34 provinsi yang yang dilaksanakan BNN, bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia pada tahun 2015, Provinsi Sulsel menempati posisi 9 diperoleh angka prevalensi penyalahgunaan narkoba sebesar 2,27 persen atau sebanyak 138.937 orang.

Hal itu diungkapakan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan (Sulsel), Brigjen (Pol) Mardi Rukmianto pada peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di GOR balai rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Baddoka Makassar, di Jalan Batara Bira, Keluarahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (12/7).

Sementara, survei pada tahun 2017, Sulsel mengalami peningkatan menjadi posisi 7 dengan angka prevalensi 1.95 persen atau sebanyak 133.503 orang.

“Selain itu terdapat 30-40 orang meninggal sia-sia setiap harinya akibat penyalahgunaan narkoba,” imbuhnya.

Data kasus penegakan hukum narkoba Polda Sulsel dan BNN pada tahun 2016 sebanyak 1.613 kasus, sedangkan pada tahun 2017 mengalami penurunan sebanyak 1.442 kasus.

Sementara itu, dari jumlah bandar dan pengedar pada tahun 2016 sebanyak 12.423 orang. Tahun 2017, mengalami peningkatan sebanyak 19.514 orang. Kemudian dari jumlah pengguna pada tahun 2016 sebanyak 15.869 orang dan pada tahun 2017 mengalami kenaikan 21.961 orang.

Sedangkan bidang rehabilitasi pada tahun 2016 sejumlah 1.214 residen yang telah menjalani rehabilitasi, sedangkan pada tahun 2017 mengalami penurunan sebanyak 794 residen. Dan telah memberikan pelayanan pasca rehabilitasi kepada 221 mantan penyalahguna narkoba. Untuk jumlah penggiat anti narkoba yang telah dikukuhkan oleh BNN Sulsel sebanyak 80 kelompok.

Selain itu munculnya jenis-jenis narkoba baru atau new psychoactive substances (NSP) turut menambah tantangan dalam upaya meanggulangi permasalahan narkoba.

Data dari UNODC dalam World Drug Reports tahun 2017, bahwa tahun 2009 sampai 2017, telah terdetejsi 739 total NSP yang beredar di dunia yang dilaporkan oleh 106 negara. Dan 71 jenis diantaranya sudah beredar di Indonesia, sedangkan baru sebanyak 65 jenis sudah diatur dalam peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7 Tahun 2018 Tentang Perubahan Penggolongan Narkotika sedangkan 6 jenis belum diatur.

“Kami telah melakukan berbagai kegiatan melawan narkoba sebagai wujud masyarakat Indonesia yang bersih dari penyelahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Untuk itu diperlukan dukungan semua pihak,” tandasnya.

loading...