Hari Anti Narkotika Internasional, Soni: Narkoba Musuh Bersama Karena Merongrong Pancasila

BERBAGI
enjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono menghadiri puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di GOR balai rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Baddoka Makassar, di Jalan Batara Bira, Keluarahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (12/7)/ IST

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono menghadiri puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) di GOR balai rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Baddoka Makassar, di Jalan Batara Bira, Keluarahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (12/7).

Peringatan HANI 2018 yang jatuh tiap pada tanggal 26 Juni ini juga dihadiri, Ketua DPRD Sulsel HM Roem dan Asisten Operasi Lantamal VI Makassar Kolonel Laut (P) Musleh Yadi.

Adapun tema yang diangkat dalam peringatan tahun ini; “Listen First-Listening to Children anda Youth is The First Step Help Them Grow Healthy anda Safe”.

Sedang tema nasional digunakan; “Menyatu dan Menggerakan Seluruh Kekuatan Bangsa Dalam Perang Melawan Narkoba Untuk Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Sehat Tanpa Narkoba”.

Soni Sumarsono dalam sambutannya mengatakan, narkoba adalah musuh bersama karena akan merongrong Pancasila.

Sumarsono juga menyebutkan, peredaran narkoba telah mengancam ketahanan nasional dalam berbangsa dan bernegara.

“Karena itulah, narkoba menjadi musuh bersama yang harus dilawan oleh semua elemen bangsa,” kata Soni dihadapan hadiri.

BNN hadir, kata Soni yakni sebagai sahabat semua elemen bangsa, termasuk Gubernur. BNN telah berjuang untuk menyelematkan generasi bangsa dari narkoba.

“Narkoba adalah musuh negara karena merongrong pancasila. BNN Adalah sahabat kita,” sebutnya.

Selain itu, Sumarsono tak lupa menyampaikan, dalam menangkan peredaran narkoba di Indonesia BNN lebih banyak dilakukan secara preventif.

Sementara, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan (Sulsel), Brigjen (Pol) Mardi Rukmianto mengatakan, peringatan HANI memiliki makna akan keprihatinan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika.

Untuk menurutnya, dibutuhkan sebuah gerakan guna menyadarkan seluruh umat manusia di dunia ini, untuk membangun solidaritas dalam rangka mencegah dan memberantas narkoba yang menjadi ancaman bangsa.

“Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba merupakan kejahatan luar biasa atau extraordinary crime yang mengancam dunia dan bisa digunakan sebagai salah satu proxy war untuk melumpuhkan kekuatan bangsa,” sebutnya.

Kondisi geografis Indonesia dan Sulsel yang terbuka merupakan peluang bagi sindikat narkoba internasional untuk menjadikan Indonesia, khususnya Sulsel sebagai mangsa pasar peredaran gelap.

loading...