Taufan Pawe Imbau Calhaj Jaga Kondisi

BERBAGI
Wali Kota Parepare Taufan Pawe bersama Calhaj di manasik haji Parepare/ IST

PAREPARE, SULSELEKSPRES.COM – Wali Kota Parepare HM. Taufan Pawe, membuka kegiatan Ma nasik Haji untuk Calon Jamaah Haji (Calhaj) Tahun Keberangkatan 1439 H/2018 M, yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kota Parepare, di Balai Ainun, Kamis (12/07/2018).

Taufan mengatakan, dalam proses manasik Haji, Calhaj memperoleh pemahaman keagamaan, juga penting untuk memahami kesehatan baik jasmani maupun rohani. Karena, kata dia, proses ibadah haji, juga tidak dapat sempurna jika tidak dibarengi dengan didukung dengan kesehatan fisik dan mental.

Taufan mengimbau, para Calhaj sebaiknya menjaga kesehatan fisik, dan harus pandai-pandai menggunakan tenaga yang ada, untuk digunakan dalam berbagai rangkaian ibadah yang ada. Selain fisik, jelas Taufan, mental juga sangat penting untuk diperhatikan karena Calhaj harus memiliki jiwa yang stabil saat melaksanakan ibadah Haji.

“Jadi, kontrol baik-baik kondisi kita, supaya semua proses ibadah kita berjalan dengan lancar. Mudah-mudahan rangkaian ibadah kita terjaga dengan baik, dan kita senantiasa dalam lindungan-Nya. Mari kita doakan kota kita, masyarakat kita dan pemerintah kita,” ungkapnya.

Taufan juga mengingatkan, kemungkinan Calhaj akan mengalami dehidrasi jika setiba di Tanah Suci, karena perbedaan iklim. Namun, bebernya, jika ingin minum, jangan berlebihan dan secukupnya saja untuk menutupi dehidrasi, dan menghindari antrian untuk buang air kecil. Hal tersebut, katanya, terkadang sering diabaikan padahal berdampaknya sangat besar.

“Oleh karena itu, saat ini kita berkomitmen jika tiba di Tanah Suci untuk memohon ampun, dan membersihkan diri dari dosa-dosa yang pernah dilakukan, dan diikuti dengan kesadaran untuk tidak mengulanginya lagi,” terangnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Parepare, Muh. Yamin menjelaskan, dalam kegiatan tersebut akan dilakukan tes kebugaran selama dua hari terhadap semua Calhaj sebanyak 122 orang, ditambah 1 orang Tim Pelaksana Haji Daerah (TPHD). Tujuannya, kata dia, untuk memantau, dan melihat kemampuan Calhaj untuk kesiapan pemberangkatan sejak berangkat hingga tiba kembali ke tanah air.

“Jadi CJH diberikan pembinaan kesehatan sesuai standar, pembinaan kesehatan, pendekatan keluarga lintas sektor, peran serta masyarakat dan profesional untuk pembinaan haji,” ujarnya.

Yamin menyebutkan, Calhaj terdiri dari 29 pria dan 94 wanita. Berdasarkan resiko penyakit, ungkapnya, ada 94 orang yang beresiko tinggi, dan yang memerlukan pendampingan sebanyak 57 orang. Penyakit tersebut, di antaranya hipertensi, kencing manis, gangguan jantung, arthritis dan kolesterol.

“Kita memahami bahwa melaksanakan haji suatu kewajiban bagi yang mampu dalam hal fisik, psikologi, agama dan materi. Jadi, kemampuan keagamaan, materi harus berbanding lurus dengan kemampuan kesehatan,” pungkasnya.

loading...