Lovely Desember Toraja 2018 Terancam Tidak Digelar

BERBAGI
Perayaan Natal Oikumene pada Lovely December in Toraja diselenggarakan di Lapangan Bakti Rantepao, Rabu (27/12/2017) malam/ IST

MAKASAR, SULSELEKSPRES.COM – Lovely Desember merupakan festival budaya tahunan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sulsel di Tana Toraja, yang kini terancam tidak diselenggarakan lagi pada periode NA-ASS mendatang.

Gubernur Provinsi Sulsel terpilih, Nurdin Abdullah (NA) menampik, penghapusan Lovely Desember dari kalender event nasional itu bertujuan agar dananya dialihkan ke pembangunan infrastruktur.

BACA: Lovely Desember di Toraja Dinilai Tak Bermanfaat, Legislator Apresiasi Nurdin Abdullah

“Pembangunan infrastruktur sangat penting untuk menunjang Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara untuk mengembangkan daerah destinasi wisata yang sudah mencapai mancanegara itu lebih baik lagi,” ujar NA seperti diberitakan Sulselekspres.com pada Selasa (7/8/2018) kemarin.

“Uang untuk Lovely December diserahkan ke kabupaten,”tambahnya.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Sulsel, Soni Sumarsono menilai penghapusan itu harus kembali dipikirkan, mengingat upaya komitmen Pemrprov yang berusaha memasukkan Lovely Desember ke dalam daftar kalender Nasional.

“Ini sudah masuk sebagai kalender nasional. Sehingga apapun juga jangan secara lokal apapun kita kemudian menyetop tanpa koordinasi dengan Kementerian Pariwisata,” ujar Sumarsono saat ditemui, Rabu (8/8/2018).

Sebenernya perayaan itu, kata Sumarsono tetap harus berlangsung sehingga Pemprov Sulse bisa melaksanakan komitmen.

“Komitmen dilakukan oleh saya. Serba susah bagi saya. Koordinasi (dulu) (Kementerian) Pariwisata supaya bisa. Karena sekali agenda nasional di cancel maka selamanya akan di-cancel. Tidak akan masuk lagi,” imbuh Sumarsono.

Sementara itu, sebagai pihak penyelnggara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sulsel, Andi Musaffar Syah saat dikonfirmasi enggan menanggapi terkait dengan festival Lovely Desember tersebut.

loading...