5 Hal Harus Diperhatikan Saat Memilih Hewan Kurban Yang Sehat

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Beberapa pekan lagi umat muslim akan merayakan hari raya Idul Adha. Di mana pada rangkaiannya atau hari tasyriq dianjurkan melakukan penyembelihan hewan qurban. Di Indonesia umumnya sapi dan kambing.

Meski begitu, ada syarat hewan qurban yang boleh disembelih. Di antaranya, cukup umur, tidak cacat, dan tentunya sehat. Tentunya, warga Makassar ingin menunaikan ibadah qurban dengan menyembelih hewan yang sehat.

BACA: Hewan Kurban di TPA Antang Dinilai Berbahaya

Hewan yang sehat dapat dilihat secara kasat mata, berikut tips memilih hewan qurban dari Petugas Animal Care Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Makassar, drh. Anak Agung Putu Joni Wahyuda, yang juga Ketua Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sulselbar.

1. Bulu

“Yang pertama boleh kita lihat dari bulunya. Jika mengkilap itu menandakan hewan sehat,” kata drh. Agung , panggilan akrabnya.

Sebaliknya, jika bulu buram maka itu menandakan hewan tersebut tidak sehat. Selain itu, dapat dilihat apakah dia berpenyakit kulit atau tidak.

2. Mata

Hewan yang layak dikurbankan yakni matanya tidak buta. Selain itu, kondisi kesehatan hewan dapat dilihat dari kondisi matanya.

“Selanjutnya, kalau matanya merah dan berair, besar kemungkinan hewan tersebut tidak dalam kondisi prima. Kita cari yang matanya tidak berair,” sambungnya.

3. Performa

Performa yang dimaksud yakni gerak-gerik sapi. Tingkat keaktifan sapi dapat dilihat secara kasat mata. Selain itu dengan melihat gerak-gerik atau cara berjalannya dapat dinilai apakah hewan tersebut memiliki cacat atau tidak.

“Kita lihat kalau dia aktif bergerak, lincah dan bertenaga, itu menandakan dia (hewan) sehat,” ucapnya.

4. Kotoran

Meski kesannya menjijikkan, namun tidak ada salahnya untuk mengecek kotorannya. “Jika agak cair, besar kemungkinan hewan tersebut mengalami masalah pada pencernaannya dan mencret,” kata drh. Agung.

5. Gigi dan Mulut

Usia hewan kurban dapat diukur dari giginya. Untuk sapi usia dua tahun sudah dapat disembelih, dan kambing satu tahun.

“Tapi kita lihat juga gigi dan mulutnya, apakah berlendir atau tidak? Kalau berlendir yah hewannya besar kemungkinan tidak sehat,” tuturnya.

Terakhir, drh. Agung Wahyuda mengatakan, untuk skala kota Makassar, warga diminta untuk menanyakan Surat Keterangan Kesehatan  Hewan (SKKH) dari DP2 Makassar kepada penjual.

“Karena kalau hewan punya SKKH, itu artinya sudah diperiksa kesehatannya oleh tim kami, sehingga ada jaminan keamanan dari segi kesehatan sebelum dikurban,” pungkasnya.

loading...