Loloskan Caleg Korupsi, ACC Sebut Panwas Torut Tidak Paham Mekanisme

BERBAGI

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Anti Corruption Committee (ACC) Sulawesi menyebut bahwa Panwaslu Kabupaten Toraja Utara tidak paham mekanisme pencalonan caleg. Hal itu setelah Panwaslu Kabupaten Toraja Utara meloloskan Calon Legislatif Joni Kornelius Tondok yang merupakan mantan terpidana kasus korupsi.

Ketua ACC Sulawesi, Abdul Muthalib, mengatakan bahwa keputusan meloloskan Caleg mantan narapidana kasus korupsi untuk bertarung di Pemilihan Caleg 2019 mendatang sebuah ketidakcermatan dalam memberikan pertimbangan hukum, karena hanya mendalilkan pada persoalan HAM semata.

BACA JUGA: 
KPU Gugurkan Bacaleg Cabul di Sulsel
DPP PPP Dorong KPU Tolak Bacaleg Bermasalah

“Putusan tersebut tidak serta merta dapat diterima meskipun panwas toraja utara mendalilkan penghormatan HAM, logika ini menunjukkan ketidakpahaman panwas toraja utara ttg pemilu berintegritas yang tentunya di dimulai dari tahapan seleksi bacaleg,” jelasnya.

Karena kata dia, dalam putusannya hanya mempertimbangkan Undang-undang nomor 7 tahun 2017 yang mengakomodir Bacaleg terpidana perkara umum tanpa mempertimbangkan PKPU 20 Tahum 2017 yang seharusnya menjadi dadar hukum untuk menolak bacaleg terpidana kasus korupsi.

ACC mendukung penuh komitmen kpu menolak bacaleg terpidana korupsi. mendesak KPU RI melakukan upaya hukum dengan tidak meloloskan terpidana kasus korupsi. “Hal itu berdasarkan pkpu nomor 20 tahun 2018, dan memberikan Suport serta membeckup penuh KPU Toraja utara untuk menolak Bacaleg mantan terpidana kasus korupsi,” tegasnya.

loading...