24 C
Makassar
Wednesday, February 18, 2026
HomeDaerahKetua MUI Tanete Riattang Timur Wafat Disaat Ceramah

Ketua MUI Tanete Riattang Timur Wafat Disaat Ceramah

PenulisYusnadi
- Advertisement -

 

BONE, SULSELEKSPRES.COM
Ketua MUI Kecamatan Tanete Riattang Timur H. Hamzah, meninggal dunia, pada Senin (14/6/2021) beberapa menit lalu.

Almarhum H Hamzah mengembuskan nafas terakhirnya saat tengah menghadiri pembukaan penyelenggaraan jenazah bertempat di masjid Amirul Jannah, Jalan H Andi Sampara.

Saat itu, almarhum tiba-tiba terjatuh saat berdiri di mimbar dan tidak sadarkan diri. Sejumlah tamu yang hadir dalam acara tersebut sontak kaget dan bergegas untuk menolong.

Almarhum H Hamzah saat itu tengah menjelaskan soal dalil pentingnya mayat dimandikan walau sudah tenggelam lumpur sekalipun sambil membacakan penggalan ayat.

Kabar itu dibenarkan Lurah Cellu Kecamatan Tanete Riattang Timur Andi Silka Supriadi.

Lurah Cellu Andi Silka mengatakan H. Hamzah meninggal dunia saat menjadi pemateri Bimbingan Penyelenggaraan Jenazah.

”Beliau saat berbicara tiba-tiba terjatuh di mimbar, tak lama kemudian meninggal dunia,” kata Andi Silka kepada sulselekspres.com, Senin (14/06).

“Tepatnya pas bilangki kenapa pentingnya mayat itu dimandikan walau sudah tenggelam di lumpur, na mauji dikuburkan, trus maumi na baca doa memandikan jenazah, langsung hening, terjatuh ki,” ceritanya.

Sementara itu, Alumni Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Amir Fil Jannah Bajoe, menaruh dukacita mendalam atas kepergian H Hamzah untuk selama-lamanya.

Mereka berduka atas meninggalnya pria yang pernah menjadi Kepala Sekolah di Ponpes tersebut.

Semasa hidupnya, Almarhum, dikenal tegas dalam mendidik muridnya bersekolah di Ponpes yang dipimpinnya itu.

“Masa-masa sekolah dulu, beliau (almarhum) selalu datang pagi-pagi ke sekolah, sambil mengawasi siswa siswinya,” kata Sudirman, salah satu mantan siswa almarhum.

Dikatakan Sudirman, ketika melihat ada siswa dan siswi yang terlambat, beliau pun langsung memberikan hukuman yang menurut dia sangat mendidik.

“Jadi yang terlambat itu dihukum baca Al’Quran di Mushallah, 1 hingga 5 jus. Dan yang tidak bisa kami lupa itu setelah dihukum kami diberi uang seribu rupiah untuks setiap jusnya,” lanjutnya.

Sekedar diketahui, almarhum H Hamzah merupakan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tanete Riattang Timur. Almarhum juga merupakan Imam Mesjid Nurul Huda Bajoe.

Almarhum yang berdomisili di Kompleks Pasar Lama Bajoe itu, meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak yakni dua anak laki-laki dan satu anak perempuan.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img