25 C
Makassar
Saturday, February 21, 2026
HomeMetropolisTertibkan Aset Negara, Pemprov Sulsel Alihkan Pengelolaan Pulau Kayangan ke Pemkot Makassar

Tertibkan Aset Negara, Pemprov Sulsel Alihkan Pengelolaan Pulau Kayangan ke Pemkot Makassar

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) menertibkan aset milik negara lewat kolaborasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Tinggi (Kejati), Pemerintah kota (Pemkot) Makassar dan Pemprov Sulsel.

Nurdin Abdullah usai berbicara dengan pengelola Pulau Kayangan, Reza Ali, Kejati Sulsel, Kejari Makassar, Korwil 8 KPK RI, dan Pjs Wali Kota Makassar, akhirnya melahirkan kesepakatan untuk pengalihan aset negara dari pengelolaan ke Pemkot Makassar.

“Secara pengelolaan, Pulau Kayangan ini sudah berpindah-pindah tangan. Oleh Korwil 8 KPK bersama Pak Kajati dan tim, kita semua ingin memperjelas status ini. Tadi sudah negosiasi dengan pengelola, sudah ada kata sepakat, akan diserahkan sebagai aset negara,” jelas Nurdin Abdullah, usai meninjau sisa bangunan di Pulau Kayangan, Rabu (11 /11/2020)

Mengenai pengelolaan Pulau Kayangan selanjutnya, akan dibicarakan pasca proses penyerahan dari pengelola ke Pemkot Makassar selesai.

“Nanti kedepan akan dibicarakan tentang pengelolaan. Saya kira tidak ada masalah, kita sudah duduk bersama-sama Pak Reza Ali sebagai pengelola, terus Pak Wali nanti juga akan ikut membenahi sekaligus mengelola,” ujarnya.

Menurut Nurdin Abdullah, proses penyerahan paling lambat dua Minggu dari hari Rabu, (11/11/2020) ini. Sebab, untuk proses selanjutnya akan dilakukan duduk bersama lagi.

“Segera, satu dua Minggu paling lama kita selesaikan (Penyerahan aset). Nanti kita akan bicarakan, jadi alas haknya dulu kita perbaiki,” katanya.

“Makanya, itu kita duduk bersama dalam rangka pulau ini diarahkan untuk apa, nanti itu hal lain yang akan kita bicarakan, yang pasti pertama penyerahan dulu, saya kira itu yang paling penting,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengelola Pulau Kayangan, Reza Ali, mengaku, tidak ada yang sulit untuk berbicara soal pengelolaan maupun penyerahan, sebab semua pasti ada solusinya.

“Selalu ada jalan, selalu ada solusi. Sebelum saya, dikelola orang dari Singapura,” tutupnya.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img