8. Protein Pengantar Sinyal
Jenis protein ini memungkinkan sel untuk saling berkomunikasi. Sinyal, reseptor, dan penyampaian protein bekerja bersama untuk mendapatkan informasi dari luar sel ke dalam.
Reseptor adrenergik sendiri diaktifkan oleh hormon non-protein (disebut adrenalin) pada saat stres. Ini memberi sinyal pada sel-sel jantung untuk berdetak lebih cepat dan sel-sel hati melepaskan glukosa yang memberi energi pada otot.
Insulin dilepaskan ke aliran darah setelah makan. Ini mengaktifkan reseptor insulin yang memberi sinyal sel otot dan lemak untuk menyimpan gula darah.
Sementara EGF (epidermal growth factor) atau faktor pertumbuhan epidermis dilepaskan di area luka. Faktor ini mengaktifkan reseptor EGF yang memberi sinyal sel-sel kulit untuk tumbuh dan membelah selama penyembuhan luka.
9. Protein Sensorik
Protein sensorik berfungsi dalam membantu manusia belajar tentang lingkungan. Protein ini membantu manusia mendeteksi sentuhan, suara, cahaya, bau, rasa, rasa sakit, dan panas. Beberapa organisme bahkan dapat mendeteksi listrik atau magnet.
BACA: Juni Mendatang Hasil Riset Ini Prediksi Corona di Indonesia Berakhir
Misalnya, opsins adalah protein transmembran yang ada di mata untuk mendeteksi cahaya. Opsins inilah yang mengubah cahaya menjadi sinyal listrik dan kimia yang dapat dianalisis oleh otak.
10. Protein Penggerak
Protein ini juga dikenal sebagai protein motorik, protein yang berfungsi mengatur kekuatan dan kecepatan kontraksi jantung dan otot. Protein ini adalah aktin dan miosin.
Protein penggerak dapat menyebabkan komplikasi jantung jika mereka menghasilkan kontraksi parah. Protein ini melengkapi daftar jenis protein.



