1. Melawan Adi Rasyid Ali Berebut Rekomendasi

Gejolak internal partai Demokrat tak terhindarkan jelang pemilihan walikota Makassar 2013 lalu. Deng Ical dan Adi Rasyid Ali (ARA) sebagai sesama kader partai berlambang bintang mercy ini bersaing dalam mendapatkan rekomendasi partai untuk diusung.
Baca: ARA: Dulu Paling Keras Tolak Danny, Kini Jadi Benteng Pembela
ARA yang menjabat sebagai Ketua DPC Demokrat Makassar dibackup oleh deklarator Demokrat Sulsel, Reza Ali yang juga kakak kandungnya. Sementara Deng Ical mendapat sokongan dari IAS yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPD Demokrat Sulsel.
Ical ditolak lantaran dianggap sebagai politisi kutu loncat. Ini karena sebelum bergabung Demokrat, Ical merupakan mantan politisi PDK.
Baca: Beredar Surat Terbuka IAS, Sebut IYL Penghancur Demokrat
Penolakan keras kubu ARA terhadap Deng Ical terus terjadi, hingga kemudian berhasil diredam. ARA mengalah melihat Deng Ical maju dan kemudian terpilih di Pilwali Makassar lewat dukungan partai yang dipimpinnya. Ical menang.





