6 Aksi Nyentrik Kapolda Sulsel Umar Septono

Kapolda baru Sulsel, Irjen Pol Umar Septono banyak menarik perhatian lewat aksi-aksi nyentriknya takj lazim/Int

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Kapolda baru Sulsel, Irjen Pol Umar Septono tak butuh waktu lama untuk menarik perhatian warga Sulsel.

Berbagai aksi nyentrik yang dilakukan pasca dirinya menjabat Kapolda Sulsel. Tak heran, aksi-aksi ini menempatkan dirinya sebagai idola baru. Umar Saptono melakukan hal yang tak lazim jika dilihat sebagai figur dengan jabatan menterengnya.

Hal tak lazim yang dilakukan Umar Septono ini sendiri diketahui bukanlah sesuatu yang baru. Saat menjabat Kapolda NTB, dia juga begitu memikat dimata masyarakat.

Berikut ini beberapa aksi nyentrik Irjen Pol Umar Septono setelah menjabat Kapolda Sulsel:

 Hentikan Kegiatan Untuk Tunaikan Shalat

Foto: Internet

Irjen Pol Umar Septono dikenal sebagai pribadi taat. Pandangan sebagai muslim taat ini sudah melekat dalam dirinya jauh sebelum dirinya dipercayakan sebagai Kapolda Sulsel.

Untuk setiap kegiatan kunjungannya, hal utama dan paling penting untuk dipastikan adalah keberadaan masjid dilokasi kegiatan. Umar Septono disebut dalam beberapa kesempatan menyampaikan kalau dirinya sudah mewakafkan diri berjihad untuk menunaikan shalat lima waktu di masjid.

Dalam salah satu seremonial kegiatan Polda Sulsel diawal dirinya menjabat, Umar Saptono menghentikan kegiatan pas saat azan untuk shalat azhar terdengar. Kegiatan kemudian dilanjutkan setelah dirinya selesai melaksanakan shalat.

Selanjutnya…

 Muliahkan Tukang Sapu

Seorang pria yang berprofesi sebagai tukang sapu berdiri disamping Umar Septono sambil memegang peralatannya dengan celana pendek dan baju kaos/Int

Pejabat dengan pangkat tinggi kerab hanya berkomunikasi hanya dengan sesama pejabat. Namun berbeda dengan Umar Septono, rakyat biasa, bahkan sekelas tukang sapu mendapat kemuliaan darinya.

Saat apel pagi Polda Sulsel, Senin (4/12/2017), seorang pria yang berprofesi sebagai tukang sapu berdiri disamping Umar Septono sambil memegang peralatannya dengan celana pendek dan baju kaos.

Dalam kesempatan tersebut, Umar menyampaikan penghormatannya kepada pria tersebut. Baginya, seorang tukang sapu bisa jadi lebih mulia.

Ini bukan pertama kalinya, saat Setijab Kapolda baru, Umar Saptono mengelilingi kantor Mapolda hanya untuk bersalaman dengan semua petugas kebersihan.

Pribadi Umar Septono memang dikenal sebagai orang yang begitu cinta terhadap kebersihan.

Selanjutnya…

 Pungut Sampah

Foto: Internet

Aksi peringatan hari anti korupsi 9 Desember lalu berakibat banyaknya sampah berserakah di jalan raya. Umar Septono yang ikut hadir dilokasi aksi tak segan turut tangan memungut sampah.

Spontanitas Umar Septono memungut sampah juga terlihat dalam beberapa kesempatan lain. Aksi ini tentu saja terbilang janggal, dengan jabatan sebagai Kapolda, dia bisa saja cukup memerintahkan anggotanya.

Saat melakukan sidak di pasar rakyat, dia juga terlihat memungut sampah di pasar tersebut.

Selanjutnya…

 Kotak Amal Seribu Perhari

Foto: Internet

Disisi lain, Umar yang juga mantan Kapolda NTB ini dikenal sebagai pribadi yang memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama.

Di kantor Mapolda, saat ini disediakan kotak amal yang banyak dikenal pewarta dengan istilah kotak seribu.

Kotak amal yang secara tak oangsung mewajibkan setiap anggota menyumbang minimal seribu setiap harinya. Sumbangan yang terkumpul setiap harinya disalurkan kepada orang yang membutuhkan.

Selanjutnya…

 Pribadi Bersahaja dan Apa Adanya

Foto: Internet

Pemandangan unik terlihat saat Kapolda Sulsel, Irjen Pol Drs Umar Septono menyambangi Mako Yon A, di Jalan Sultan Alauddin, Sabtu (2/11/2017) lalu.

Dalam kunjungan ini diakhiri dengan makan bersama. Bukannya makan ditempat yang disediakan sebagai pimpinan, Umar memilih berbaur dan makan melantai bersama anggota brimob.

Selanjutnya…

 Cium Tangan Penyandang Disabilitas

Foto: Internet

Selain memungut sampah, sidak Kapolda Sulsel Umar Septono di pasar Terong juga diselingi dengan pemandangan tak lazim.

Dilokasi sidak, Kapolda Sulsel bertemu dengan seorang pedagang tua penyandang disabilitas.

Tak hanya berjabat tangan, tetapi Septono mencium tangan wanita tua itu, kemudian merangkulnya dengan penuh kasih