MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pelopor Brimob tengah memperingati hari lahir mereka yang ke-61. Perayaan tersebut dilaksanakan secara serentak melalui kegiatan virtual yang diikuti oleh semua anggota, termasuk Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel.
Perayaan hari lahir ini sendiri memiliki makna mendalam bagi Komandan Batalyon (Danyon) A Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel, AKBP Darminto.
Menurut Darminto, momentum peringatan hari lahir Pelopor tersebut merupakan momen terbaik untuk melakukan evaluasi diri dan meningkatkan pelayanan untuk masyarakat.
“Tentu ini momen baik bagi kita. Usia Pelopor sudah 61 tahun. Tentu kita akan melakukan evaluasi terhadap kekurangan kami dan meningkatkan pengabdian kepada masyarakat,” jelas Darminto saat ditemui Sulselekspres.com di Mako Batalyon A Pelopor, Pa’baeng-baeng, Senin (14/9/2020).
BACA: Batalyon C Pelopor Galakkan BRAIN Hingga ke Pelosok Desa
Lebih lanjur Darminto berkisah, kelahiran Pelopor sendiri merupakan hasil dari proses panjang yang telah dilalui. Semua berawal dari pendidikan di luar negeri kemudian kembali untuk mendidik semua anggota.
“Pertama itu ada 15 pelopor yang dikirim ke Okinawa dan Thailand. Mereka di didik di sana, dikembangkan, kemudian mendidik di Jawa Timur. Itulah cikal bakal dari Pelopor,” jelas Darminto.
Dengan begitu, Darminto menegaskan kepada seluruh jajaran Pelopor, khususnya yang ada di Batalyon A Pelopor, untuk terus meningkatkan kinerja dengan standar operasional yang berlaku.
“Dengan usia yang sudah menginjak usia 61 ini diharapkan adik-adik Pelopor, dikhususnkan bagi yang ada di Batalyon A Pelopor, kita harus bertindak sesuai dengan standar operasional yang berlaku. Tidak menyimpang dari aturan yang ada,” tegadnya.
Selain itu, pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat yang merupakan tujuan utama Pelopir bisa dilakukan dengan cara yang humanis.
“Melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat, pada saat melakukan pengamanan, harus maksimal dan humanis. Pengamanan apa saja. Apakah itu unjuk rasa dan lain sebagainya,” jelas Darminto.



