25 C
Makassar
Saturday, March 7, 2026
HomePolitikCatatan Hitam Untuk Lembaga Survei

Catatan Hitam Untuk Lembaga Survei

PenulisWidyawan
- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Peran lembaga survei dalam setiap momentum pemilu, baik Pilpres maupun Pilkada, tentu menjadi hal yang sangat vital, khususnya dalam menilai tingkat elektabilitas kandidat.

Sama hal nya dengan yang terjadi di Pilwali Makassar 2020 baru-baru ini. Sejumlah lembaga survei beramai-ramai mengeluarkan hasil survei. Akan tetapi, ada sedikit keganjilan.

Sebab, sejumlah lembaga survei cenderung mengeluarkan hasil yang berbeda. Hal ini juga dinilai sebagai awal keberpihakan lembaga survei terhadap kandidat tertentu.

Bahkan, hanya CRC saja yang prediksinya tepat dengan tingkat persentase elektabilitas kandidat nyaris sempurna.

Kondisi ini membuat pengamat politik Universitas Hasanuddin, Ali Armunanto, memberikan catatan hitam kepada lembaga survei yang tidak kooperatif dalam bekerja.

Menurutnya, pengalaman di Pilwali Makassar 2020 merupakan fenomena kurang apik. Sebab, lembaga survei dinilai hanya mencari materi semata tanpa menerapkan kaidah-kaidah penelitian yang telah ditetapkan.

“Ini tentu menjadi fenomena miring ya. Soalnya, hasil yang berbicara. Banyak lembaga survei yang mengunggulkan satu kandidat, sementara hasilnya tidak,” ujar Ali.

“Kita harapkan lembaga survei bisa bekerja kooperatif. Menggunakan kaidah yang sesuai. Jangan ‘cari uang’ semata,” tegas Ali.

Sebab, hasil survei sampai saat ini masih dijadikan sebagai acuan warga dan para pelaku politik. Tingjat elektabilitas kandidat masih mengikuti hasil survei.

Melesetnya hasil survei dari beberapa lembaga survei kemarin jadi pukulan telak. Secara tidak langsung, mindset masyarakat bisa saja buruk terhadap mereka.

“Ini pukulan telak. Catatan hitam tentunya. Semoga tidak ada lagi hal-hal serupa di momentum panggung politik jedepan,” tutup Ali.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img