24 C
Makassar
Friday, March 13, 2026
HomeMetropolisDana Hibah Tak Cair, PHRI Bakal Gelar Demo Serentak

Dana Hibah Tak Cair, PHRI Bakal Gelar Demo Serentak

PenulisWidyawan
- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Kasus tidak cairnya dana hibah dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk hotel dan restoran di kota Makassar, memicu lahirnya ketidakpuasan.

Rasa tidak puas ini mendorong lahirnya riak-riak perlawanan dari pihak hotel dan restoran. Bahkan, rencananya rasa kesal mereka bakal dituangkan lewat aksi demonstrasi, menuntut Pemerintah kota (Pemkot) Makassar untuk segera mencairkan dana hibah tersebut.

Sebelumnya, penjabat (Pj) walikota Makassar, Rudy Djamaluddin, tidak mencairkan anggaran ini karena alasan terkendala di wilayah administrasi. Sehingga, proses pencairan yang seharusnya dikucurkan pada bulan November dan Desember 2020, diusulkan bergeser ke bulan Januari 2021.

Akan tetapi, pihak Kemenparekraf menolak usulan tersebut. Sehingga, dana hibah tersebut terancam tidak bisa dicairkan.

Bahkan, sejumlah hotel mengeluhkan tingginya biaya operasional yang dikeluarkan. Sebab, selama masa pandemi, okupansi hotel turun drastis tetapi biaya operasional tetap dibayarkan sepenuhnya.

Sehingga, pihak hotel meminta kepada pemerintah agar dana hibah ini bisa segera dicairkan, agar dapat meringankan beban biaya operasional mereka.

“Kami berharap ini segera dicairkan. Biaya operasional seperti gaji karyawan itu kita bayar penuh. Juga berbagai biaya operasional lainnya. Sementara okupansi menurun. Bulan Januari lalu, okupansi cuma berkisar di angka 20-30 persen saja,” jelas Marketing Communication Fox Lite Hotel Riyal Bay Makassar, Mustahab Nur Iman.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Ammank tersebut mengatakan, selain biaya operasional yang tinggi, pemerintah juga tidak memberikan keringanan oembayaran listrik dan air. Sehingga, beban pengrluaran semakin besar.

“Setahu saya, pemerintah juga tidak pernah memberikan kompensasi pembayaran listrik dan air. Semakin berat kita ini,” lanjutnya kepada Sulselekspres.com, Selasa (2/2/2021).

Selain Fox Lite Hitel Royal Bay Makassar, pihak Hotel Swiss-Bell Inn Panakkukang juga berharap dana hibah tersebut segera dicairkan.

Padahal, selama ini pihaknya sudah melengkapi berkas yang diminta Pemkot Makassar dan sudah diserahkan ke pihak Dinas Pariwisata Kota Makassar sejak bulan November 2020 lalu.

“Belum ada, karna ditunda cairnya. Malah sempat dengar tidak akan cair. Banyak pihak hotel kecewa,” buka Marcom Swiss-Bell Inn Panakkukang, Mimi Suratmy, kepada Sulselekspres.com.

“Besar harapan untuk bisa menerima. Apalagi sudah dijanji dan pengurusan berkas yang terbilang hampir 100 persen diurus. Sampai harus datang ke Balaikota jam 11 malam demi memenuhi berkas dana hibah,” lanjutnya, Selasa (2/2/2021).

Keluhan-keluhan tersebut sontak direspon oleh Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan, dan bakal diluapkan melalui aksi demonstrasi.

Ketua PHRI Sulawesi Selatan, Anggiat Sinaga, mengatakan bakal melakukan aksi demonstrasi pada hari Rabu (3/2/2021) pagi, dengan cara long march, mulai dari Benteng Fort Rotterdam, Balaikota Makassar, sampai DPRD kota Makassar.

Dalam undangan yang beredar, setidaknya ada 50 orang yang bakal melakukan demonstrasi. Bahkan, saat ini di sejumlah hotel sudah dipasangi spanduk protes.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img