MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Varian baru Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) kini sudah mulai terdeteksi. Kehadirannya memberikan ancaman serius kepada pemerintah, khususnya dalam upaya pemulihan ekonomi.
Saat ini, varian Covid-19 B.1.617 sudah muncul dari India. Kemunculannya tergolong cepat, hanya beberapa saat setelah varian B.1.1.7 dari Inggris dan B.1.351 yang bermutasi dari Afrika Selatan.
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, sudah mengeluarkan arahan kepada seluruh kepala daerah agar waspada dengan varian baru Covid-19 ini. Terlebih lagi, saat ini proses pemulihan ekonomi tengah digenjot, sehingga antisipasi penularan harus ditekan sebaik mungkin.
“Varian baru ini sudah terdeteksi, jadi kepala daerah ahrus paham betul kondisi wilayahnya masing-masing, harus paham betul data kasus yang terjadi di daerahnya,” ujar Djokowi dalam pengarahannya belum lama ini.
Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman menegaskan, pihaknya segera memperketat aturan. Tracing menjadi upaya penting dalam deteksi dini. Pengetatan aturan di pintu masuk Sulsel segera diperketat.
“Kita tidak akan menutup akses masuk, hanya diperketat saja. Pintu masuk seperti Bandara dan Pelabuhan harus menerapkan surat keterangan bebas Covid. Swab antigen dan rapid GeNose akan kita lakukan di titik-titik itu,” kata Sudirman.
Sudirman juga mengaku, antisipasi itu untuk terus meningkatkan perekonomian. Target pertumbuhan ekonomi di quarter kedua tahun 2021 ini, setidaknya bisa berada di angka positif.
”Ekonomi kita mulai membaik, awalnya minus 6,6-6,7, sekarang sudah 0,21. Kita ditarget di quarter kedua bisa berada di angka positif. Secara keseluruhan kami punya target sendiri, tetapi yang utama kita balikkan keadaan dulu dari minus jadi positif,” jelasnya.
Untuk mewujudkan itu, Pemprov Sulsel sudah memetakkan beberapa sektor prioritas yang market sharenya tingggi. Semua itu bakal merujuk pada data BPS, agar kebijakan yang diambil pemerintah tidak salah langkah.
”Pertanian, UMKM, dan sektor-sektor yang sharenya tinggi untuk pertumbuhan ekonomi. Itu yang kita genjot, termasuk infrastruktur untuk membuka lapangan kerja,” tutupnya.
Pengamat Ekonomi Universitas Hasanuddin, Dr. Hamid Paddu, menilai proses pertumbuhan ekonomi di tengah ancaman Covid-19 vatian baru sangat rentan. Tetapi masih banyak metode yang bisa digunakan untuk meningkatkan perekonomian dan mengantisipasi penularan.
Menurutnya, sistem digitalisasi secara menyeluruh, mulai dari bahan baku, proses produksi, pemasaran, sampai pada distribusi, dinilai bisa memberikan dampak yang baik untuk pemulihan ekonomi.
“Digitalisasi punya peran sangat vital. Semua proses baiknya didigitalisasi, kita sudah siap untuk itu dan ini sudah waktunya. Karena dengan digitalisasi masif, semua srktor bakal bergerak, srkalipun kita tetap berada di dalam rumah,” jelasnya, Rabu 19 Mei.
Lebih lanjut ia mengatakan, sektor UMKM dan pertanian merupakan langkah paling tepat untuk pemulihan ekonomi. UMKM sifatnya untuk jangka pendek tetapi bisa memulihkan daya brli masyarakat, sementara pertanian memang sudah jadi andalan srjak dahulu.
“Sekarang tinggal metodenya saja. UMKM kan sangat bisa lewat sistem digital. Pertanian kita juga sama, sudah banyak alat pertanian yang bisa dimaksimalkan, tinggal edukasi ke petani saja,” bebernya.
Selain itu, kolaborasi antara sarjana pertanian dan petani tradisional bisa jadi langkah awal yang baik. Sebab, pembagian tugas bisa jelas, sarjana bisa mrnciptakan teknologi dan petani tradisional paham betul dengan medan pertanian.
“Sayangnya, banyak sarjana pertanian yang lari, bekerja di perbankan dan sebagainya. Baiknyankan ikut ambil bagian dalam pertanian, supaya terjadi peningkatan yang baik,” terangnya.



