30 C
Makassar
Wednesday, February 18, 2026
HomeMetropolisSoal Penambahan Jam, Pemkot Bakal Evaluasi Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

Soal Penambahan Jam, Pemkot Bakal Evaluasi Simulasi Pembelajaran Tatap Muka

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Dinas Pendidikan Kota Makassar mempertimbangkan penambahan jam belajar dalam simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Saat ini, jam belajar hanya dilangsungkan selama tiga jam sehari, dan waktu pertemuan belajar hanya dua kali dalam sepekan. Sekretaris Disdik, Amalia Malik mengatakan, penambahan jam belajar bisa saja diakomodasi hingga lima jam dalam sehari, dan waktu pertemuan belajar bisa ditingkatkan menjadi empat sampai lima hari dalam sepekan.

Namun, kata dia, hal ini mebutuhkan evaluasi lanjutan untuk melihat penerapan protokol kesehatan selama PTM berlangsung dapat dipertahankan den- gan waktu yang lebih lama.

“Jadi kita akan selesaikan karena ini masuk semester genap. Akan dievaluasi apakah jam pembelajaran akan ditambah atau harinya akan ditambah, itu memungkinkan kalau lihat ini SD dan SMP yang sementara berjalan,” ujar dia, Jumat (12/11/2021).

Pelaksana tugas Kepala Dinas Sosial, Nielma Palamba men- gatakan sejauh ini pelaksanaan PTM menunjukkan tren yang baik. Tak ditemukan adanya klaster baru Covid-19. “Alhamdulillah tidak ada (positif ) sete-lah tes antigen,” kata Nielma. Kalaupun ada temuan kasus, sambung dia, penanganan dini sudah dilakukan sebelum anak yang terkonfirmasi positif mengikuti PTM.

“Jadi itu tidak mengganggu karena lebih dahulu ditemukan. Sehingga anak dievakuasi dan di-tracing keluarganya. Sampai saat ini SOP kita seperti itu. Li- batkan Covid Hunter dan trac- ing keluarganya,” jelas Nielma. Sebelumnya, sudah ada se- kolah yang meminta penamba- han durasi jam belajar. Alasan- nya, waktu belajar yang berkisar 2,5 hingga 3 jam dinilai sangat terbatas dan kurang efektif.

Kepala SMP Negeri 6 Makas- sar, Munir, mengatakan, sejauh ini 2,5 jam per sesi dimanfaatkan untuk mengajarkan lima mata pelajaran ke peserta didik. Pada- hal, dalam sepekan siswa harus menerima 10 mata pelajaran.

Selain itu, guru-guru juga membutuhkan waktu agar tidak tergesa-gesa dalam men- gajar siswa di ruang kelas.

“Siswa dapat dua kali (PTM) dalam sepekan, setiap hari 2,5 jam saja. Satu kali PTM ada lima mata pelajaran, jadi ber- ganti, satu pelajaran 30 menit. Guru juga merasa tergesa-gesa dalam mengajar, waktunya cuma 30 menit. Itu tidak cukup untuk menyampaikan inti ma- teri,” ujar Munir.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img