MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pasangan (Paslon) Pilwalkot Makassar, 2024. Munafri Arifuddin-Aliyah Mustika Ilham (MULIA) menyiapkan skema untuk kesejahteraan dan peningkatan kompetensi SDM bagi guru-guru secara umum di Kota Makassar.
Calon Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin menuturkan, zaman modernisasi revolusi Industri 5.0 lebih menitikberatkan pada integrasi antara teknologi canggih dan keahlian profesional.
Sehingga dengan keahlian pada guru dan inovasi yang dapat mendorong perkembangan sistem pendidikan yang lebih efisien, berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan.
“Kita harus berpikir guru-guru di tingkat Paud di tingkat dasar, tingkat pertama (SMP)- sangat penting dibekali baik kompetensi skill SDM dan kesejahteraan,” kata Appi saat kampanye dialogis di BTP Blok A, Kecamatan Tamalanrea, Kamis (24/10/2024).
Menurutnya, peran guru pada siswa usia dini (usia emas) atau the golden age, dimana masa keemasan manusia. Usia ini merupakan periode yang amat penting bagi seorang anak. Pendidikan pada rentang usia tersebut sangat menentukan tahap perkembangan anak selanjutnya.
Oleh sebab itu lanjut Appi, dibutuhkan kompetensi guru. Karena guru sejatinya adalah kunci keberhasilan dalam proses pendidikan. Selain itu, Guru adalah tulang punggung jalannnya roda masa depan bangsa.
“Dengan peran guru maka masalah pendidikan kita atasi, ana-anak didik kita itu yang ada di wilayah Kota Makassar harus di Handle dan ditangani dengan baik.
Tentu kita mau guru-guru punya kemampuan SDM saat mengajar, begitulah juga didukung oleh kesejahteraan,” jelasnya.
Menurutnya, semua kompenen dalam pendidikan, seperti sarana prasana, metode, tidak akan maksimal tanpa adanya skill, maka dibutuhkan kompetensi guru berperan serta untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota ini.
Paslon nomor 01 ini menyebutkan, jika semua guru berkualitas, pendidikan akan berkualitas pula, dengan dukungan berbagai unsur untuk kemajuan sistem pendidikan tentunya.
“Dunia pendidikan harus kita perbaiki, kita tentu ikut kebijakan secara nasional. Tapi kan inovasi harus kita jalankan. Makanya guru-guru harus ditambah kompetensinya, paling penting adalah kesejahteraanya,” tuturnya.
Mantan Bos PSM itu menambahkan, bagi pasangan MULIA. Guru memegang peran sentral dalam pembentukan kualitas pendidikan di Indonesia. Sebagai pilar utama pendidikan, mereka tidak hanya bertugas untuk mengajar, tetapi juga membimbing dan menginspirasi murid untuk mencapai potensi terbaik mereka.
“Sehingga kami mau guru-guru kita setiap tahun 20-30 orang diberikan beasiswa keluar negeri belajar serta menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Ini peningkatan kapasitas, bagaimana siswa cerdas kalau gurunya tidak,” kunci Appi.



