PALOPO, SULSELEKSPRES.COM – Calon Gibernur Sulsel Nomor Urut 3, HM Nurdin Abdullah (NA) menyatakan, meengaku merasa malu menjadi gubernur, jika masih ada daerah di Sulsel yang terpencil dan tidak bisa diakses dengan jalan raya.
Di hadapan puluhan tokoh lintas agama dalam pertemua di Pantai Lambamba Palopo, Jumat (18/5/2018), NA mengatakan, setelah keliling Sulsel, masih ada beberapa daerah yang belum bisa dilalui dengan akses jalan.
“Kita malu jadi gubernur kalau masih ada daerah terpencil,” ungkap NA, di hadapan seluruh tokoh lintas agama di Palopo, Jumat (18/5/2018) malam.
Bupati Bantaeng dua periode itu mengakui kemampuan keuangan kabupaten dan kota memang kecil. “Harus ada bekap dari bantuan provinsi,” jelasnya.
NA juga menyebukan mengatakan, kalau pertanian di Luwu Raya ini dikelola dengan baik dari hulu sampai hilir, maka diyakini petani-petani Sulsel termasuk akan sejahtera.
“PAD Sulsel mayoritas dari pajak kendaraan bermotor. Harusnya PAD dari sumber pertanian tiga kali lipat dari sumber PAD kendaraan bermotor karena kita mayoritas pertanian,” tandas NA.
Menurut alumnus Universitas Kyusu Jepang tersebut, banyak sumber keuangan untuk membangun Sulsel. “Banyak investor. Tetapi kita harus memberi layanan yang cepat dan harus ada jaminan kepastian,” ujar dia.
Tokoh masyarakat Luwu Raya Simon Gasong minta kepada NA agar menjadikan Luwu Raya sebagai pusat produksi beras nasional. “Jangan seperti sekarang. Gabah produksi Luwu Raya tetapi orang Luwu beli beras dari Sidrap,” katanya.
Penulis: Abdul Latif






