MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pengacara Farhat Abbas meradang. Akun media sosial Twitter miliknya diblok oleh Waketum Gerindra, Fadli Zon.
Pemblokiran ini ditenggarai pasca Farhat diangkat sebagai salah satu Juru Bicara (Jubir) pasangan Calon Presiden Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf). Terlebih pasca namanya diumumkan sebagai Jubir, Farhat langsung memberikan komentar yang menyentil nama Fadli Zon.
Baca: Andi Saiful Haq, Jubir Jokowi dari Kota Kalong
“Salah satu bentuk ketakutan,” tulis Farhat di Twitter sambil melampirkan foto akunnya yang diblokir Fadli Zon (14/8/2018)
https://twitter.com/farhatabbaslow/status/1029176075366977537?s=19
Dilansir dari Detik.com, kepada wartawan Farhat Abbas mengaku disiapkan Koalisi Indonesia Kerja (KIK) untuk menandingi tokoh timses Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang kerap berbicara keras, salah satunya Fadli Zon. Pengacara artis kontroversial itu juga siap menghadapi Ahmad Dhani.
Baca Juga:
Ali Mochtar Ngabalin Titip Salam Khusus untuk Politisi PKS Tamsil Linrung
Ali Mochtar Ngabalin: Belum Ada Serupiah Pun Uang Istana Saya Makan
Deklarasi 2019 Ganti Presiden, Ali Mochtar Ngabalin: Makan Itu Kau Punya Hastag
“Akan diarahkan nanti. Yang keras, yang menghadapi orang gila sana. Kalau di sana ada orang gila ngomong, kita cari yang gila nggak ngomong. Kalau ada yang rada gila, kita cari orang yang bisa mengobati orang gila,” ujar Farhat di sela pelatihan jubir di Oria Hotel, Jl KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat.
Caleg PKB ini mengaku dipersiapkan untuk menandingi pihak tim Prabowo-Sandi, yang terkenal kerap berbicara keras terhadap pemerintahan Jokowi. “Saya dipersiapkan untuk melawan Fadli Zon dan lain-lainnya. Yang huruf F katanya,” tuturnya.
Fadli Zon sendiri tak mempermasalahkan Farhat Abbas ditunjuk jadi jubir pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin untuk ‘melawan’ dirinya. Fadli pun siap ditantang oleh caleg PKB itu.
“Kita dengan siapa pun oke. Tema apa pun oke, baguslah. Ini kan dalam demokrasi memang kita harus berdebat, berdiskusi. Yang penting nyambung.Sayang kalau nanti diskusi nggak nyambung. Ngomong A, bicara B, yang penting nyambung,” tutur Wakil Ketua DPR itu.






