MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Predikat ulama yang disematkan kepada bakal kandidat wakil presiden Sandiaga Uno menuai banyak kritik.
Menurut pendapat Guru Besar Politik Islam Universitas Negeri Sunan Kalijaga, Noorhaidi Hasan tentang pernyataan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid seperti dilansir BBC Indonesia, bahwa Sandiaga Salahuddin Uno adalah juga seorang ulama.
BACA: Ma’ruf Amin Turunkan Elektabilitas Jokowi, Sandiaga Uno Disukai Pemilih Non Muslim
Pemberian predikat itu menuai banyak kritik dan juga menjadi menarik di tengah persaingan untuk merebut suara umat sebanyak-banyaknya pada tanggal 17 April 2019 dalam rangka menuju kursi RI nomor satu dan nomor dua.
Pernyataan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid dan sekaligus wakil ketua MPR bahwa calon wakil presiden Sandiaga Uno juga seorang ulama bukan tanpa maksud. PKS merupakan salah satu partai penyokong pasangan calon presiden/wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang bertarung melawan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin.
BACA; Sandiaga Dianggap Ulama, Fahri Hamzah: Dia Itu Pedagang
“Maksud saya jelas agar justru tidak dihadirkan dikotomi antara Pak Sandi dan Pak Ma’ruf Amin hanya karena ‘seolah-olah yang satu kemudiaan ulama dalam konteks kemudian yang lain tidak lebih islami daripada yang diberi titel ulama.
“Karena dalam konteks praktis yang dilakukan oleh Pak Sandi, perilaku beragamanya dan keahliannya dalam bidang ekonomi itu masuk dalam ketegori sebagai seorang ulama,” jelas Hidayat Nur Wahid dilansir BBC News Indonesia, Rabu (19/9/2018).
BACA: Nitizen Ini Tantang Prabowo-Sandiaga Ngaji, Jika Kalah Siap Jalan Kaki Jakarta – Jogja
Ia menggarisbawahi predikat ulama itu diambil berdasarkan pengertian dalam Alquran yang tidak secara khusus ulama harus ahli dalam bidang agama Islam.
Penyebutan ulama untuk Sandiaga Uno ini, menurut Guru Besar Politik Islam Universitas Negeri Sunan Kalijaga, Noorhaidi Hasan, dapat diartikan sebagai manuver politik.
BACA: Tim Jokowi-Ma’ruf Dipimpin Sekretaris, Prabowo-Sandi Ketua Parpol
“Saya melihatnya Pak Hidayat Nur Wahid sedang melakukan politisasi karena Pak Prabowo itu dicitrakan mewakili kelompok Muslim yang baik atau sejati atau yang taat, terutama kelompok Muslim reformis.
Tapi Pak Prabowo ini wakilnya adalah orang yang bukan ahli agama, padahal lawannya yaitu KH. Ma’ruf Amin adalah orang yang oleh masyarakat di Indonesia dianggap 100% ulama. Jadi Pak Hidayat Nur Wahid sedang berusaha menutupi krisis legitimasi di kalangan kelompoknya Pak Prabowo, kelompoknya Pak Hidayat Nur Wahid,” kata Profesor Noorhaidi Hasan.
Ditambahkan, jika Sandiaga Uno tidak diberi gelar ulama maka mudah diprediksi suara orang awam di bilik TPS nanti akan disalurkan untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin.
“Mengapa? Karena didukung oleh ulama,” jelasnya.
KH Ma’ruf Amin merupakan Rais Aam PBNU dan ketua Majelis Ulama Indonesia, MUI.



