SULSELEKSPRES.COM – Usai laga melawan China yang mencetak tiga gol, pelatih Timnas Indonesia, Indra Sjafri mengungkapkan sebuah pengakuan.
Sebelumnya pada hari Minggu (23/9) lalu, Timnas U-19 bermain imbang 2-2 dengan Thailand.
Indra, mengakui bahwa antisipasi anak asuhnya terhadap keunggulan tim lawan melalui bola mati memang gagal diaplikasikan saat pertandingan. Ia menambahkan bahwa anak asuhnya sudah berlatih mengantisipasi akan hal ini karena postur pemain lawan lebih tinggi sehingga harus menghindari pelanggaran-pelanggaran di sekitar pertahanan.
“Kami sudah mengantisipasi agar tidak ada tendangan bebas. Namun, ternyata dua gol pertama mereka berawal dari set-piece. Selain itu, taktikal juga tidak bisa berjalan baik karena seringnya pemain kehilangan bola,” kata Indra Sjafri, dilansir dari situs resmi PSSI.
Pelatih asal Sumatera Barat ini juga mengakui pemain kurang berani dan bola begitu cepat hilang. Begitu timnya mendapatkan bola, hanya beberapa sentuhan bola sudah hilang lagi. Namun, Indra Sjafri menyatakan akan memperbaiki semua kekurangan tim sebelum berlaga di Piala AFC U-19 mendatang.
“Ini akan menjadi evaluasi, terutama pemain-pemain yang baru dicoba. Timnas Indonesia U-19 masih ada laga uji coba lagi dan ini akan menjadi pertimbangan untuk mengerucutkan pemain menjadi 23 pemain yang akan bermain di Piala AFC nanti,” tambahnya.
Sementara, pelatih China, Yaodong Cheng, mengaku puas dengan performa pemainnya. Ia pun merasa senang karena timnya bisa merasakan atmosfer sepak bola di Indonesia, termasuk cuaca dan lapangan, sebelum kembali lagi pada Oktober mendatang dan tampil di Piala AFC U-19.






