SULSELEKSPRES.COM – Pengguna media sosial ramai-ramai membincangkan pidato Presiden Jokowi dalam pembukaan pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) World Bank di Nusa Dua Bali, yang menyinggung soal film Game Of Thrones, Jumat (12/10/2018).
Salah seorang nitizen mengibaratkan Presiden Jokowi seperti karakter Bran Stark dalam film Game Of Thrones ini.
Baca: Pidato “Game Of Thrones” Presiden Jokowi Memukau, Buat Peserta IMF Standing Ovation
“Jokowi sering di anggap lemah, tidak banyak bicara dan pendiam.
Padahal dia punya visi dan pandangan jauh ke depan,” tulis pemilik akun @premananfield93 mengungkapkan alasannya mengibaratkan Brand Stark dengan Jokowi.
Bran dalam film ini digambarkan sebagai sosok kecil dan lemah. Namun dibalik oenampilan fisiknya, Bran ternyata memiliki kekuatan hebat mengontrol pikiran.
Bran dari keturunan klan Stark yang dapat mengembangkan kemampuan indra ke-enam untuk menyusuri masa lalu dan masa depan lewat pikirannya.
Baca: Begini Respon Gerindra Soal Kritik Keras Andi Arief Terhadap Prabowo
Adapun Ahok digambarkan sebagai sosok Jon Snow, si anak haram dari klan Stark.
“Ahok tau tentang “kebenaran” di balik “dinding”, busuknya politik, sering di anggap “haram,” tulisnya lagi.
Ahok = Jon Snow
Jokowi = Bran Stark
Susi Pudjiastuti = Arya Stark
Rizieq Shihab = Robert Baratheon
Petyr Baelish = Amien Rais
Agus Yudhoyono = Joffrey Lannister
Harry Tanoe = Jaime Lannister
Wiranto = Tyrion Lannister
Ratna Sarumpaet = Cersei Lannister#GameOfThrones— Hasan P. Shelby (Bendahara Peaky Blinders) (@KangAnfield93) October 12, 2018
Pidato Jokowi
Pidato Presiden Jokowi dalam acara ini membuat tagar #GameOfThrones merajai linimasa twitter.
Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menganalogikan hubungan antar negara saat ini kian lama sudah seperti serial film Game of Thrones.
Baca: Pesan Andi Arief ke Prabowo: Bagaimana Mungkin Kemenangan Mengejar orang Malas?
Analogi Presiden Jokowi ini membuat para peserta IMF langsung terlihat tersenyum.
Jokowi menyampaikan, dalam beberapa dekade terakhir ini, negara ekonomi maju telah mendorong negara ekonomi berkembang seperti Indonesia untuk membuka diri dan ikut dalam perdagangan bebas dan keuangan terbuka. Globalisasi dan keterbukaan ekonomi internasional ini telah memberikan banyak sekali keuntungan baik bagi negara maju maupun negara berkembang.
“Namun akhir-akhir ini, hubungan antar negara-negara ekonomi maju semakin lama semakin terlihat seperti “Game of Thrones”. Balance of power dan aliansi antar negara-negara ekonomi maju sepertinya tengah mengalami keretakan,” kata Jokowi.
Lemahnya kerja sama dan koordinasi dianggap telah menyebabkan terjadinya banyak masalah seperti peningkatan drastis harga minyak mentah dan juga kekacauan di pasar mata uang yang dialami negara-negara berkembang.
Baca: Dukung Jokowi-Ma’ruf, H Alimuddin: Kita Hadir untuk Orang Baik
“Dalam serial”Game of Thrones”, sejumlah Great Houses, Great Families bertarung hebat antara satu sama lain, untuk mengambil alih kendali “the Iron Throne”, “Mother of Dragons” menggambarkan siklus kehidupan,”
“Perebutan kekuasaan antar para “Great Houses” itu bagaikan sebuah roda besar yang berputar. Seiring perputaran roda, satu Great House tengah Berjaya, sementara House yang lain menghadapi kesulitan dan setelahnya House yang lain Berjaya, dengan menjatuhkan House yang lain,” katanya.
https://twitter.com/MurtadhaOne/status/1050642068761001992?s=19
Jokowi kemudian mengingatkan untuk mewaspadai akan adanya ancaman lain yang jauh lebih besar.
“Namun, yang mereka lupa tatkala para Great Houses sibuk bertarung satu sama lain, mereka tidak sadar adanya ancaman besar dari Utara. Seorang evil winter, yang ingin merusak dan menyelimuti seluruh dunia dengan es dan kehancuran,”
“Dengan adanya kekhawatiran ancaman Evil Winter tersebut, akhirnya mereka sadar: tidak penting siapa yang duduki di “Iron Throne”. yang penting adalah kekuatan Bersama untuk mengalahkan Evil Winter agar bencana global tidak terjadi. Agar dunia tidak berubah menjadi tanah tandus yang porak poranda yang menyengsarakan kita semua,” ujarnya lagi.
Setelah mengakhiri pidatonya, para peserta IMF terlihat serentak berdiri menunggu Jokowi turum dari panggung.
(*)



