MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSJ), Teuku Iskandar, menyebut saat ini status Bendungan Bili-bili turun ke batas normal.
Hal itu menyusul elevasi air yang ada di Bendungan terbesar di Sulsel tersebut mengalami penurunan tinggi muka air waduk ke angka 99.45. Dengan begitu status bandungan yang diresmikan pada 1999 itu sudah normal.
“Menginformasikan untuk Status Pukul 04.50 TMA waduk bili-bili +99.45 vol. waduk sekitar 248.59 m3 dan inflow sekitar 246.66 m3/dtk serta outflow sekitar 246.70 /dtk,” katanya, Kamis (24/1/2019).
Dia menjelaskan bahwa jika tinggi muka air waduk mencapai elevasi 99,5 meter maka statusnya normal. Jika berada pada ketinggian elevasi 90, 69 masuk dalam pemantauan.
“Namun, bila elevasi air sampai 100 meter itu masuk dalam status waspada. Namun, jika sudah berada pada 101,6 maka berstatus siaga,” jelasnya.
Sebelumnya, pada Selasa 22 Januari 2019. Bendungan sebesar dengan waduk sebesar 40.428 itu dinyatakan masuk dalam status siaga dengan ketinggian air di waduk mencapai 101, 87.
Dia juga mengatakan bahwa tinggi bukan pintu bendungan yang terletak sekitar 30 kilometer dari Kota Makassar tersebut sudah dikurangi. “Tinggi bukaan pintu dikurangi jadi 2.0 meter,” jelasnya.



