MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Beredar video eks Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) bersama para Camat se-kota Makassar menyatakan dukungan kepada Capres- Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo – K.H Ma’ruf Amin.
Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andry Arief Bulu mengatakan, sebagai tokoh panutan, apa yang dilakukan oleh SYL tak memberikan contoh yang baik.
“SYL sebagai tokoh panutan sudah memberi contoh yang kurang baik bagi generasi muda pamongpraja dalam berpolitik,” kata Andry kepada Sulselekspres.com, Kamis (21/2/2019).
BACA: Video Camat Dukung Paslon Capres, Danny: Itu Wajar
Meski demikian, kata Andry secara individu dalam video tersebut SYL tidak ada persoalan, karena sudah pensiun dan berpartai.
“Yang di sayangkan adalah para camat se makassar ini seperti pura pura tidak tahu aturan dan sangat di sayangkan aparatur yang masih muda dan punya potensi, bisa rusak dan masuk jebakan Batman oleh kepentingan politik partai tertentu,” ujarnya.
BACA: Dirjen Otda Ogah Komentari Video Deklarasi Dukungan Jokowi Camat se-Makassar
“Pemakaian sumpah dan jihad juga merupakan istilah guna provokasi antar warga, anak bangsa, dan sesama rakyat, oleh karena itu akan kami laporkan dan konten video ini wajib di telusuri oleh semua pihak yang terkait, kementrian PAN, Bawaslu, Gakkumdu,” tambah Andry.
Segera Diperiksa Oleh Bawaslu Makassar
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Makassar menyebut indikasi atau dugaan pelanggaran dalam video deklarasi tersebut tentu ada.
“Hanya kami belum bisa menyatakan bahwa terdapat pelanggaran. Progres penindakan kami nanti yang membuktikan,” kata Humas Bawaslu kota Makassar, Muhammad Maulana.
BACA: Besok, Camat se-Makassar “Aktor” Video Deklarasi Dukung Jokowi Bakal Diperiksa
Saat ini, kata Maulana, pihaknya tengah melakukan investigasi menyangkut persoalan video tersebut. Ia mengklaim, dalam waktu dekat sudah membuahkan hasil.
“Masih sementara dikaji. Waktu dekat kami segera lakukan langkah penindakan,” terangnya.
Demi proses tersebut, pihak Bawaslu kota Makassar kata Maulana, bakal memanggil 15 Camat se-Makassar yang terekam dalam video deklarasi tersebut.



