SULSELEKSPRES.COM – Seorang sales dituntut harus memenuhi target sesuai yang diatur oleh perusahaan atau toko tempat mereka bekerja. Namun bagaimana dengan sales dihukum dengan makan terasi jika tidak memenuhi target.
Di Media sosial Twitter viral kisah tentang sales ponsel yang dihukum mengunyah terasi jika tidak memenuhi target harian. Kisah ini diungkap oleh akun Twitter milik @cantonaisme.
Bahaya makan terasi mentah
Dikutip dari lama DokterSehat, terasi termasuk dalam bahan makanan yang cukup sering kita konsumsi. Biasanya, bahan makanan ini diolah menjadi sambal yang memiliki rasa yang mantap dan nikmat.
Jika sudah dimasak, terasi aman-aman saja untuk dikonsumsi, namun jika dikonsumsi dalam kondisi mentah, bisa jadi hal ini membahayakan kesehatan.
BACA: Bahaya Gula Darah Jika Terlalu Rendah
Terasi adalah bahan makanan yang dibuat dari makanan laut layaknya udang atau ikan. Hanya saja, masyarakat Indonesia cenderung lebih suka dengan terasi udang. Terasi yang berkualitas biasanya memiliki aroma yang kuat namun tidak tengik dan berwarna gelap.
Teksturnya juga cenderung bersih dari kotoran atau sisik. Selain itu, ada pula terasi berwarna merah. Sayangnya, terkadang terasi merah ini memiliki bahan pewarna berbahaya.
BACA: Ketahui, Ini Bahaya Obat Penggugur Kandungan
Jika kita mengonsumsi terasi mentah, dikhawatirkan kita akan memasukkan mikroba yang bisa menyebabkan keracunan atau gangguan pencernaan. Bahkan, meskipun kita hanya mencicipi terasi mentah ini dalam jumlah yang sangat sedikit, risiko untuk mengalami keracunan ini akan meningkat. Karena alasan inilah kita memang sebaiknya hanya mengonsumsi terasi yang sudah dimasak saja.
Kronologi Sales Dihukum Makan Terasi
Dilansir dari Jawa Pos, hukuman ini bukanlah peraturan dari produsen ponsel, melainkan inisiatif dari supervisor dan trainer yang membawahi para sales-sales tersebut. Hukumannya juga tidak hanya memakan terasi, melainkan mengonsumsi pare mentah, belimbing wuluh, jeruk nipis, cabai, hingga garam. Bahkan, ada yang harus berlari hingga belasan kilometer. Hukuman ini bisa diberlakukan setiap hari jika sales tidak memenuhi target.
Kasus ini terungkap setelah salah satu sales yang menjadi korban, Gemilang Indra Yuliarti melaporkan hal ini ke kepolisian Tuban.
Dari kisah Gemilang inilah terungkap bahwa hukuman ini telah diberlakukan selama dua setengah tahun terakhir. Puluhan sales lain tidak berani melaporkan ke polisi karena takut.
Menurut cerita Gemilang, sebelumnya hukuman jika tidak memenuhi target penjualan hanyalah melakukan push up, squat jump, dan hal-hal yang bersifat olahraga lainnya. Hukuman-hukuman ini masih bisa dianggap wajar, namun dalam dua bulan terakhir, hukuman-hukuman yang tidak masuk akal ini mulai berlaku, khususnya sejak supervisor berganti.
Beberapa sales bahkan ada yang sampai mengalami keracunan dan jatuh sakit akibat hal ini. Sayangnya, kebanyakan dari mereka takut untuk protes karena tidak ingin kehilangan pekerjaan.



