SULSELEKSPRES.COM – Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief menanggapi terkait program Calon Presiden petahana Joko Widodo yang rencananya bakal meluncurkan kartu “sakti”.
Yakni, Kartu Pintar Kuliah (KIP-Kuliah), Kartu Sembako Murah dan Kartu Pra Kerja. Tiga kartu ini disebutkan akan melengkapi kartu-kartu sebelumnya.
Baca Juga:
Nyabu di Hotel, Wasekjen Demokrat Andi Arief Diciduk Polisi
Andi Arief: Gubernur Gila Bola Menolak menangkan Atasan di Pilpres, Sindir Jokowi?
Andi Arief: Elektabilitas Jokowi Turun Jadi 44 Persen, Prabowo 33 Persen
Lewat cuitannya beberapa jam yang lalu, Andi Arief mengatakan, khusus Kartu Pra Kerja atau yang sering disebut “kartu pengangguran”, tidak mungkin terwujud.
“Kartu Pra kerja itu kartu bohong. Sebuah janji yang tak mungkin dilaksanakan 5 tahun ke depan. Negara gak banyak uang, kita bukan negara welfare state,” kata Andi Arief di akun twitternya, Senin (11/3/2019).
Ditambahkan Andi Arief, janji Kartu Pra Kerja adalah janji bohong.
“Janji elektoral paling bohong dalam sejarah pemilu Indonesia,” tutupnya.
Kartu Pra kerja itu kartu bohong. Sebuah janji yang tak mungkin dilaksanakan 5 tahun ke depan. Negara gak banyak uang, kita bukan negara welfare state. Janji elektoral paling bohong dalam sejarah pemilu Indonesia.
— andi arief (@AndiArief__) March 11, 2019



