BONE ,SULSELEKSPRES.COM – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Bone (HJB) ke 689, Komunitas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Bone, bakal menggelar Bone Culture Festival Bone Mabessa 2019 di pelataran Museum Lapawawoi Karaeng Sigeri Bone, mulai tanggal 4 – 6 April 2019.
Ketua Panitia Pelaksana, Zainal mengatakan, acara Bone Culture Festival Bone Mabessa berkat kerjasama dari Pemkab Bone, Polres Bone, Kodim 1407/Bone, Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda Sulsel, Saoraja Art dan Aliansi Seni Budaya Bone.
“Di HJB ke 689 tahun 2019 ini, kita mencoba meramu kegiatan demi terwujudnya Tanam Harapan Gemilang dalam mewujudkan Masyarakat Bone yang Mandiri, Berdaya Saing dan Sejahtera (Mabessa),” kata Zainal, Selasa (2/4/2019).
BACA: Jelang HJB 689, Disnak Bone Bakal Gelar Kontes Ternak
Selain itu, kata Zainal, berbagai acara bakal digelar seperti lomba dan pameran foto, pementasan seni dan budaya serta lomba akustik bugis.
“Ini wujud kepedulian kami dari komunitas pemberdayaan masyarakat untuk memeriahkan dan menghibur warga Bone dalam pentas kegiatan yang bernuansa kearifan budaya lokal,” tambahnya
Sementara itu, Aliansi Seni Budaya Bone dan Sanggar Seni Budaya se Kabupaten Bone juga menggelar kegiatan yang sama dengan mengangkat tema “Massedi Patarakkai Ade’ Ri Tana Mangkau”
Tema tersebut merupakan turunan dari tema besar dari hari jadi Bone ke-689 “Tanam Harapan Gemilang”. Dengan makna bekerja tulus ikhlas untuk mencapai kesejahteraan bersama. Menanamkan suatu harapan dalam benak kita untuk pencapaian yang lebih baik dan paripurna yang akhirnya pada fase kegemilangan.
Tak ketinggalan, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim menjelaskan tema Massedi/bersatu merupakan ajakan, bersama-sama, bergotong royong, satukan visi untuk mengangkat, memajukan kebudayaan di Kabupaten Bone.
BACA: Sambut HJB, Pemkab Bakal Gelar Jalan Santai Pakai Songkok To Bone
“Dengan itu, kebudayaan menjadi salah satu pendorong untuk capaian kesejahteraan bersama. Dalam prosesnya dibutuhkan persatuan yang kuat untuk memajukan kebudayaan demi tercapainya kesejahteraan bersama yang diharapkan. Bersatu Memajukan Kebudayaan dalam Event ini menampilkan reportoar pertunjukan tradisional. Performance dari panre Bessi, Massure, Pajoge Angkong, PaGendrang Bajo, Tari Mappatindro Ana’, Dan Massallo Kawali,”jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut akan diberikan penghargaan dari Kapolres kepada Sanggar Seni Budaya, komunitas, seniman atau pemerhati budaya dengan beberapa kategori yakni, Maestro Seni Tradisi, Pencipta dan pelopor, Pemerhati Seni dan Pemerhati Budaya. Dan juga ada penghargaan dan santunan kepada Almarhum/Almarhumah pekerja seni yang diwakili oleh keluarga masing-masing.
Penulis: Yusnadi



