Hasil quick count itu sepertinya cukup mempengaruhi beberapa saham secara spesifik. Terlebih bagi saham-saham yang berkaitan bagi orang-orang penting di kedua belah kubu.
Seperti saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) milik cawapres 02 Sandiaga Salahuddin Uno, yang hari ini anjlok cukup dalam. SRTG sempat turun ke level Rp 3.400 atau anjlok 11% dari penutupan sebelumnya Rp 3.840.
Setelah itu saham SRTG kembali menguat, meskipun masih berada di zona merah. Hingga berita ini diturunkan saham SRTG telah anjlok hampir 6% ke posisi Rp 3.610 dan bergerak ke 5,47% dengan posisi Rp 3.630.
Dilansir dari detikfinance, Sandi diketahui sudah beberapa kali menjual kepemilikan sahamnya di SRTG dan diakuinya untuk dana kampanye.
Terakhir kali Sandi jual saham SRTG totalnya 19 juta lembar di bulan April 2019. Seluruh penjualan saham SRTG itu dilakukan di harga Rp 3.775 per lembar saham. Jika dihitung maka total dana yang didapat Sandi sebanyak Rp 71,7 miliar.
Sandi Sakit
Selain saham perusahaannya anjlok, kondisi kesehatan Sandiaga Uno dikabarkan menurun, bahkan tak sempat mendampingi Prabowo konfrensi pers.
“Disuruh Pak Prabowo supaya istirat, Istirahat kemudian diturutin, kemudian cegukannya itu nggak berhenti. Karena capek kan, Bang Sandi kan nggak berhenti-henti. Kan kemarin tidur jam 1an, terus jam 02.00 WIB udah tahajud di At-Taqwa, kemudian subuhan terus langsung milihkan jam 07.00 WIB,” tuturnya.
“Abis pemilihan Bang Sandi udah di sini (K4) duduk bareng Pak Prabowo. Sambil diskusi nunggu berita dari kawan-kawan di lapangan. Jadi akhirnya diminta Pak Prabowo diminta istirahat di kamar atas, di kamarnya Pak Prabowo,” sambung Dahnil.
Muhammad Adlan



