25 C
Makassar
Sunday, February 15, 2026
HomeRagamCara Diet Bos Twitter: Makan Sekali, Puasa dan Minum Wine, Ini Resikonya

Cara Diet Bos Twitter: Makan Sekali, Puasa dan Minum Wine, Ini Resikonya

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Memiliki tubuh ideal adalah impian setiap orang. Tak jarang untuk mencapai keinginan tersebut dilakukan dengan cara diet.

Berbicara tentang diet, setiap orang memiliki cara tersendiri hingga akhirnya ada yang mengabaikan kesehatan diri sendiri

Dilansir dari CNNindonesia dan Men’s Health, Bos Twitter Jack Dorsey ternyata juga melakukan diet dengan caranya sendiri. Dalam podcast Ben Greenfield dia mengungkapkan bahwa dia biasanya hanya makan satu kali sehari dan puasa saat akhir pekan.

Diet ini terdengar sangat ekstrem. Mengapa setiap hari dia hanya makan sekali dan berpuasa total saat akhir pekan?

Sebenarnya puasa memang memiliki keuntungan dan manfaat sendiri. Namun tetap saja puasa pun juga ada batas dan aturannya. Puasa total sepanjang hari saat akhir pekan bisa berpotensi berbahaya.

Dorsey juga mengungkapkan kalau dia hanya makan satu kali sehari saat malam hari pukul 18.30 atau 21.30. Dia memilih untuk makan protein seperti steak, ayam, atau ikan dengan tambahan beberapa sayuran hijau seperti asparagus, bayam, dan kubis Brussel.

Sedangkan untuk makanan penutupnya, dia memilih untuk makan buah dan cokelat hitam. Terkadang dia juga minum wine.

Mengutip Rolling Stones, selain efek kesehatan jangka pendek seperti pusing, sakit kepala ringan, sakit kepala, dan kelelahan, diet seperti ini bisa merusak organ dalam jika dilakukan dalam jangka panjang. Kerusakan ini akan merusak hati dan ginjal.

Manusia dianggap punya keinginan untuk mengendalikan segala hal termasuk asupan makanan, produktivitas, sampai buang air besar.

“Di Amerika sudah begitu banyak ketidakteraturan dalam banyak hal soal makanan. Banyak yang berkata,’Lihat, Anda harus membatasi ini dan itu,” pada akhirnya Anda hanya akan mendengar, ‘Jangan makan,’,” kata ahli gizi Maya Feller.

“Mereka akan masuk ke dalam pola melaparkan diri. Dan hal ini sama sekali tidak menguntungkan.” ujarnya.

Bagaimana dengan tujuan untuk menurunkan berat badan? Ahli gangguan makan Michele Kabas mengungkapkan bahwa puasa intermiten juga tidak efektif untuk menurunkan berat badan.

“Ketika Anda berkali-kali membatasi makan, itu berati Anda sedang mengatur kemungkinan untuk ‘pesta berlebihan’ (makan banyak),” katanya.

Artinya puasa sepanjang hari yang Anda jalankan tak akan ada artinya jika saat puasa selesai Anda hanya akan makan banyak makanan manis dan berkalori.

“Jika Anda akan makan sekali sehari (seperti Dorsey) maka makanan itu juga harus sempurna, punya vitamin, mineral, lemak, dan karbohidrat yang dibutuhkan,” ucap Feller.

Muhammad Adlan

spot_img

Headline

spot_img
spot_img