MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Dinas Sosial (dinsos) Kota Makassar menertibkan sebanyak 118 anak jalanan, gelandangan, dan pengemis yang ada di Kota Makassar. Hal itu dilakukan guna mengurangi anak jalanan dan pengemis jelang bulan suci Ramadhan.
Ratusan anjal, gelandang, dan pengemis tersebut dijaring oleh Dinsos Kota Makassar sejak Januari hingga April 2019 tahun ini. Dengan rincian, anjal 55 orang, gepeng 21, pengamen 6, dan untuk klasifikasi PMKS pengguna obat-obatan seperti pengisap lem sebanyak 36 orang.
BACA: Anjal dan Gepeng Masih Berkeliaran di Kafe
Kepala Seksi Anjal dan Gepeng Dinsos Makassar, Kamil mengatakan bahwa dari jumlah total tersebut 36 orang diantaranya direhab di YKP2N karena terindikasi obat-obatan Golongan G. Sedangkan 70 orang dikembalikan ke keluarga.
Kamil mengatakan, penertiban anjal dan gepeng memang terus dilakukan. Diharapkan, sebelum memasuki bulan Ramadan, masalah PMKS di Kota Makassar bisa diminimalisir jumlahnya sampai pada angka terkecil.
“Kita memang sebelum Ramadhan sudah mempersiapkan penanganannya dan melakukan penertiban. Ini juga sudah jadi instruksi dari Gubernur agar anjal dan gepeng ini mesti ditertibkan,” katanya, Jumat (26/4/2019).
Khusus Dinsos Makassar, kata Jamil, Tim Reaksi Cepat (TRC) Saribattang diintensifkan menyusuri berbagai sudut jalan yang seringkali menjadi tempat strategis para PMKS. Tim ini tidak hanya dari dinsos saja, tapi juga melibatkan aparat di polrestabes Makassar, dan Satpol-PP.
Penulis: M. Syawal



