30 C
Makassar
Wednesday, April 15, 2026
HomeMetropolisDemonstrasi May Day dan Cerita Pedagang Asongan 

Demonstrasi May Day dan Cerita Pedagang Asongan 

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pukul 11.00 Waktu Indonesia Tengah (Wita), seorang Ibu pedagang asongan, Linda (48), menduduki pinggiran jalan, di bawah jembatan Fly Over, Jl. Urip Somuharjo, Makassaar.

Linda menanti kehadiran sejumlah organisasi serikat buruh dan mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya di momentum hari buruh sedunia atau Mau Day, yang diperingati di setiap 1 Mei.

“Dari jam 11 tadi saya sudah disini, sama anakku yang cewek,” kata Linda, kepada Sulselekspres.com, Rabu (1/5/2019).

Mengetahui, tentang perayaan hari Buruh sedunia akan digelar oleh pelbagai organisasi serikat buruh dan mahasiswa, dibawah jembatan Fly Over, Linda dengan sejumlah dagangannya [air putih dan rokok] langsung dipersiapkan semaksimal mungkin.

“Kalau persiapan berapa banyak, yah saya ukur ukur saja dek, karena yang menjual disini, bukan cuma saya, jadi yah, berapa bisa dibawa, dibawaki,” Linda mengatakan.

Sejak tahun 2005, Linda mengatakan telah melakoni pekerjaan tersebut [berdagang asongan]. Dia mengaku dirinya juga adalah seorang buruh.

“Sejak bapaknya anak anak meninggal [tahun 2005], saya sudah kerja menjual menjual begini. Tapi tidak setiap hari di Fly Over. Saya menjual setiap ada saja keramaian, sepeti acara wisudah,” tukas Linda.

Linda bercerita, untuk kehidupannya sehari hari bersama 6 anaknya, ia menggantungkan harapan dengan hasil jualannya yang tak menentu hasilnya dan dimana lokasi untuk menjual.

“Jadi dulu itu, cuma menjual air putih gelas dan kue dengan harga 500 Rupiah, disetiap ada keramaian, seperti acara wisudah, dan kayak begini [perayaan May Day]. Nah dari situ, saya tabung sedikit sedikit, akhirnya bisa jual minuman botol dan rokok dengan modal sendiri,” Linda menceritakan.

“Bagi saya toh dek, biar sedikit itu pendapatan kalau disyukuri dan kita mau usaha, Tuhan pasti kasih jalan. Kalau keuntungan sendiri, yah setidaknya bisalah untuk makan dan jajanya 4 anak anak, karena 2 anakku kerja mi juga kodong,” ucap Linda sembari menawarkan dagangannya kepada peserta demonstrasi May Day.

Kepada Sulselekspres.com, Linda yang juga merupakan seorang pekerja atau Buruh, menyampaikan harapannya, agar pemerintah bisa memperhatikan para pekerja atau Buruh.

“Yah sama, kalau harapan. Sama seperti dengan Buruh yang lainnya, saya dan semua pekerja berharap agar pemerintah bisa memperhatikan orang orang yang sepeti kita ini kasian,”tutup Linda.

Penulis : Efrat Syafaat Siregar 

spot_img

Headline

spot_img
spot_img