SULSELEKSPRES.COM – Kejadian pembongkaran makam kembali terjadi. Kali ini, di daerah Pangkarode, kelurahan Patte’ne, kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel), pada Minggu (9/6/2019).
Diketahui, kejadian tersebut bermula dari kekecewaan seorang Caleg yang gagal melenggang ke kursi dewan, berinsial BT, yang mendengar kabar, bila dirinya tidak didukung oleh keluarga sendiri, saat pemilihan legislatif (pileg) 2019 lalu.
Amarah Caleg Dapil 1 (Polut, Polsel, Pattalasang) Takalar tersebut pun kian meninggi, ketika mendengar keluarganya lebih memilih rivalnya di pertaruangan Caleg.
Muhammad Rusli Ronrong salah seorang dari keluarga yang makamnya dibongkar menceritakan, BT saat itu datang bersama istri dikediaman kakaknya, yakni Daeng Ngampa. kata Rusli, saat itu kakaknya sedang tidak dirumah.
“Kebetulan saya ada di situ dan istri dari sang Caleg gagal mengatakan, beri tahu Dg Ngampa (Keluarga) , suruh pindahkan itu kuburan istrinya yaitu Dg lebong ketempatnya Haji Bonto, karna Dg Ngampa Tidak napilih suamiku,” kata Muhammad Rusli dilansir Wartakota Tribunnews.
Atas kejadian tersebut, salah seorang tim dari caleg gagal tersebut mengatakan, dirinya sangat malu dengan sikap caleg tersebut. Kata dia, seharusnya orang yang sudah meninggal tidak menjadi korban politik.
“Terus terang saya ini timnya si Caleg, tapi saya sangat kecewa karna hanya beda pilihan keluarga kami yang sudah meninggal jadi korban kejamnya politik,” tukas Daeng Ronrong.
Diketahui, ada empat makam yang dibongkar atas perintah caleg gagal tersebut, diantaranya, makam, Alm. Mallarangan Daeng Ngopa, Alm. Sugi Daeng Ngiji, ALm. Baso Daeng Tunru, ALm. Burhayati Daeng Lebong.



