MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Hingga dini hari, tensi kedua kubu; warga dan ratusan pengemudi ojek daring Grab belum menurun. Pihak kepolisian pun memperketat pengawasan.
Penyulut adu kekuatan ini, berawal dari insiden tabrakan antar seorang pengemudi Grab dan warga, di sekitaran pertigaan jalan Adhiyaksa dan Abd. Dg. Sirua, kecamatan Panakkukang, Makassar.
“Saat itu tidak ada yang luka-luka, langsung ditangani unit lakalantas,” kata Kapolsek Panakkukang, Kompol Ananda F Harahap, di Posko Resmob Polsek Panakkukang, Minggu (16/6/2019).
Namun, berselang waktu kemudian, ratusan pengemudi Grab yang merasa tidak terima, kembali ke lokasi tabrakan. Saat itu, mereka diduga berniat menyerang warga.
Tak lama, warga Adhyaksa Baru dan segerombolan pengemudi Grab terlibat bentrok. Menurut warga setempat, kejadian itu cukup lama. Mereka saling lempar batu hingga dibubarkan pihak kepolisian.
“Warga melihat (di kubu Grab) ada yang membawa parang dan ingin merusak rumah milik warga,” kata Ananda.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari kubu Grab, warga yang terlibat tabrakan bukan warga Adhyaksa, “bukan warga sini,” kata salah seorang pengemudi Grab.
Hingga situasi dianggap kondusif, ratusan pengemudi Grab lalu mendatangi Polsek Panakkukang. Mereka bermaksud membuat laporan polisi.
“Mereka (Grab) mengaku ada yang terluka karena kejadian itu, jadi kami sudah terima laporan itu,” ujar Ananda.
Sekira pukul 00.30 Wita, sejumlah pengemudi Grab kembali terhasut isu liar, “ada single fighter (sebutan pengemudi non-komunitas) dipukul dekat Adhyaksa,” kata kordinator wilayah saat melakukan mediasi dengan Kapolsek Panakkukang.
Saat reporter Sulselekspres.com ke lokasi kejadian kedua, pengemudi Grab yang jumlahnya tak lebih dari 20 orang telah diusir aparat kepolisian. Tampak, seorang yang mengaku Grab diamankan petugas.
“(Diamankan karena) membawa senjata tajam sejenis tombak. Itu sedang dilakukan pemeriksaan di Polsek Panakkukang,” kata Ananda.
Sekira pukul 01.00 Wita, sebagian massa pengemudi Grab yang mendatangi Polsek Panakkukang telah membubarkan diri. Berselang kemudian, situasi kembali dinyatakan kondusif.
Tanggapan Grab Indonesia
Menanggapi hal tersebut, Grab Indonesia melalui pernyataan resminya kepada sulselekspres.com pada Selasa (18/6/2019) menjelaskan beberapa hal terkait dengan insiden bentrokan tersebut.
Sehubungan dengan insiden bentrokan antara mitra pengemudi Grab dengan warga perumahan The Residence, Jalan Adhiyaksa Baru, Makassar, Grab Indonesia menyampaikan beberapa hal berikut ini:
1. Kami menyesalkan terjadinya bentrokan tersebut. Peristiwa ini menjadi masukan bagi kami untuk meningkatkan pembinaan dan pelatihan para mitra pengemudi kami.
2. Untuk membantu investigasi dalam menuntaskan masalah ini, tim satuan tugas (satgas) Grab telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait sehingga insiden ini dapat diselesaikan dengan baik bagi semua pihak.
3. Jika masyarakat memiliki pengalaman yang tidak berkenan dalam menggunakan layanan kami, atau menyaksikan insiden yang melibatkan mitra pengemudi Grab, kami mohon untuk segera melaporkannya ke layanan konsumen Grab – dan pihak berwajib apabila diperlukan. Layanan konsumen Grab dapat dihubungi 24/7 di +6221 8064 8777 atau support.id@grab.com untuk merespon segala bentuk pertanyaan baik dari penumpang maupun mitra pengemudi.



