MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pemerintah Kota Makassar menargetkan meraih predikat tingkat Nindya dalam ajang penghargaan Kota Layak Anak (KLA) yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) RI tahun ini.
Ketua Tim Independen Pengembangan Kota Layak Anak, Anang Abdul Hanan mengatakan bahwa tahun ini Kota Makassar menargetkan naik tingkat, sehingga tim terus mengevaluasi dan memverifikasi di lapangan.
“Tahun kemarin sudah pada kategori madya. Sekarang kita racing berlomba untuk menuju ke kategori nindya,” katanya.
BACA: Aksi Bullying Terhadap Murid SD Terjadi di Kota Layak Anak
Penghargaan Kota Layak Anak bagi kabupaten/kota seluruh Indonesia akan diumumkan pada 23 Juli 2019 mendatang yang dilakukan langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo.
Penilaian KLA oleh Kementerian P3A mengacu pada 26 indikator. Hanya saja yang paling penting, kata Anang, bagaimana kabupaten/kota mampu memenuhi dan melindungi hak-hak anak, dari segala macam bentuk eksploitasi dan atau kekerasan.
Penghargaan KLA bagi suatu pemerintah daerah ditentukan berdasarkan bobot nilai yang didapat berdasarkan penilaian. Kalau bobotnya 500, maka itu inisiasi Pratama. Kalau nilainya 600 kategori Madya, sementara 700 itu ke tingkat Nindya. Di atas itu 800-900 sampai 1.000 baru Kota Layak Anak.
Mewujudkan KLA butuh komitmen seluruh stakeholder. Tidak hanya pemerintah dan dinas terkait saja, tapi seluruh instansi, masyarakat, dan LSM, harus bersama-sama memastikan hak anak.
“Paling utama menggalang komitmen. Karena ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri,” katanya.
Penulis: M. Syawal



