SULSELEKSPRES.COM – Legenda hidup AS Roma, Francesco Totti, beberapa waktu lalu resmi mengundurkan diri dari jabatan direktur AS Roma, yang diembannya sejak 2017 lalu.
Keputusan sang legenda untuk mengundurkan diri ini dilandasi rasa kecewa. Totti merasa bahwa sejauh ini tidak digubris dalam setiap pengambilan keputusan.
Salah satu hal yang paling ia kecewakan adalah soal pemilihan pelatih AS Roma di musim 2019/2020 ini. Bagaimana tidak, usul dan saran yang diberikan Totti tidak diindahkan oleh manajemen klub.
Antara Totti dan manajemen memang memiliki pilihan berbeda. Jika klub menunjuk eks pelatih Shaktar Donets, Paulo Fonseca, Totti justru melihat peluang dalam diri Antonio Conte.
Tetapi seperti yang terjadi, kini Paulo Fonseca resmi menjadi pelatih kepala AS Roma, menggantikan pelatih interim merrka, Claudio Rannieri.
Padahal Eks pelatih Chelsea dan tim nasional Italia tersebut dikabarkan sudah mencapai kesepakatan untuk menahkodai AS Roma di musim depan.
Hal lain yang dikritik Totti adalah terkait transfer pemain. Di era kepelatihan Eusebio Di Francesco, Totti menyebut mantan rekan setimnya itu menyodorkan 4-5 nama untuk memperkuat tim, seperti dikabarkan Goal.
“Setelah mencapai semifinal Liga Champions, Anda memikirkan tahun berikutnya, Anda harus mencapai final. Tapi malah menjuali pemain. Dan saya ingin membela Di Francesco. Meski saya ingin menegaskan bahwa Monchi yang memilihnya, bukan saya karena saya tak bikin keputusan, dia meminta empat atau lima pemain yang tak pernah didapatkan,” ungkap Totti.
“Mudah saja untuk bersembunyi, karena kebenaran itu menyakitkan. Pelatih mungkin membuat kesalahan-kesalahan, tapi dia meminta empat atau lima pemain dan mereka merekrut nol.”
“Saya akan bilang yang sebenarnya. Kalau seorang pemain meminta saran saya soal Roma, saya takkan membohonginya. Saya akan bilang positif dan negatifnya, lalu dia akan memutuskan sendiri. Saya orang yang transparan. Positifnya adalah kotanya: indah, cerah, dan tentu saja fans Roma, terbaik dari semuanya,” imbuhnya.
Totti bahkan mengisahkan usulan pemain yang ia tawarkan tidak digubris oleh klub. Totti memang tidak menyebut nama pemain yang ia maksud, tetapi beberapa media meyakini bahwa ini soal pembelian Javier Pastore. Sementara Totti merekomendasikan Hakim Ziyech.
“Saya takkan menyebut nama demi menghormati sang pemain. Saya kembali dari liburan di tahun pertama usai pensiun, mereka bertanya soal seorang pemain dan saya bilang pada saat itu dia takkan bagus untuk Roma. Sebab Di Francesco memainkan 4-3-3,” kata Totti.
“Pemain ini memainkan peran berbeda, punya riwayat panjang dengan cedera. Menurut saya tim butuh pemain lain. Direktur lain bilang saya selalu mengeluh, saya bikin masalah, saya bikin isu-isu. Tapi kan mereka bertanya. Saya sih memilih yang lain dan menurut saya itu akan jadi piihan tepat. Saya akan memilih seorang pemain Ajax,” tandasnya.
Komentar Totti ini kabarnya mendapat respon dari pihak klub. Bahkan klub dikabarkan menampik semua hal yang diungkapkan Totti.
Penulis : Widyawan Setiadi



