24 C
Makassar
Tuesday, March 24, 2026
HomeHeadlinePengamat: Andi Sudirman Jadi Beban Bagi Nurdin Abdullah

Pengamat: Andi Sudirman Jadi Beban Bagi Nurdin Abdullah

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Sikap kontroversi yang kerab dipertontonkan Wakil Gubernur (Wagub) Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman dipandang bisa ikut berdampak negatif bagi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

Hal itu diakui pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad. Kata dia, kesan kontroversi Andi Sudirman selama memimpin Sulsel, lebih banyak membuat rugi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

“Sikap Wagub tentu merugikan citra pemerintahan termasuk beban bagi NA. Seharusnya pemerintah sekarang fokus bekerja tanpa terbebani soal internal birokrasi pemerintahan, Wagub diharapkan bekerja sesuai aturan birokrasi sehingga tidak ada kesan kontroversi,” ujarnya kepada Sulselekspres.com, Minggu (30/6/2019).

Baca: Nurdin Abdullah Bekerja, Andi Sudirman ‘Hanya’ Buat Gaduh

Sehingga citra positif Nurdin Abdullah selama dua periode jadi Bupati Bantaeng menjadi negatif akibat kegaduhan saat dirinya kini memimpin Sulsel.

Hal senada juga disampaikan oleh, pengamat politik kampus Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Luhur Priyanto. Kata Luhur, visi yang ditawarkan oleh kedua pimpinan di Sulsel ini, harus segera di review.

“Visi kepemimpinan bersama NA-ASS perlu di review. Sepertinya ada perspektif yang berbeda dari mereka, tentang kepemimpinan publik. Soal bagaimana menjalankan amanah, sebagai pemimpin pilihan rakyat. Mereka di pilih untuk berjuang mewujudkan harapan rakyat. Bukan sekedar menjalani takdir hidup sebagai pemimpin,” jelasnya kepada Sulselekspres.com.

Baca: Dilantik Presiden Jokowi, Ini 10 Pesan IYL untuk Nurdin Abdullah-Andi Sudirman

Luhur menjelaskan, memimpin diiklim demokrasi dan dalam situasi masyarakat yang plural, memang perlu kearifan. Lebih lanjut, ia mengatakan, Andi Sudirman Sulaiman kerap mengumbar statement tentang ketiadaan ambisi politiknya, termasuk bahwa ia bersedia mundur dari jabatannya kalau tidak bermanfaat.

“Tidak bisa juga lahir sikap dan perilaku seolah tanpa ambisi. Tanpa hasrat berkuasa, tidaklah mungkin ASS berada di posisi seperti sekarang ini. Mayoritas publik memberinya mandat memimpin. Ada banyak yang berjuang dan ada banyak harapan yang di titipkan padanya,” ungkapnya.

Baca: Mengenal Andi Sudirman Sulaiman, Pendamping Baru Nurdin Abdullah

Tak hanya itu saja, Luhur Priyanto juga mengatakan, seorang Wakil dalam kepimpinan, seharusnya bekerja dengan membangun komunikasi yang baik dengan berbagai organisasi dan komunitas masyarakat.

“Dalam tradisi kepemimpinan publik di Amerika Serikat, tugas seorang Wakil pemimpin adalah membangun hubungan baik dengan organisasi-organisasi masyarakat serta komunitas-komunitas. Bukan malah menjadi sosok yang menakutkan bagi komunitas-komunitas yang majemuk,” ujarnya

“Di regulasi kita, tugas Wakil Kepala Daerah jelas, membantu tugas kepala daerah. Termasuk menciptakan iklim yang kondusif untuk pencapaian visi bersama,” sambungnya.

Seperti diberitakan, ragam kontroversi berujung kritik muncul selama kurang lebih 9 bulan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman memimpin Sulsel.

Baca: Nurdin Abdullah: Tokoh Santun Dengan Sejuta Karya

Parahnya, kontroversi yang berujung kritik keras ini justru umumnya berawal dari sikap sang wakil, Andi Sudirman Sulaiman. Nurdin Abdullah sebagai pempinan tertinggi sudah dipastikan ikut tersorot.

Bahkan salah satu sikap kontroversi Andi Sudirman Sulaiman saat melantik ratusan pejabat Pemprov berujung pada Hak Angket di DPRD Sulsel. Keputusan yang konon tanpa sepengetahuan Nurdin. Hak Angket yang mengancam posisi keduanya bisa dimakzulan dari jabatannya.

Jauh sebelum itu, Andi Sudirman juga pernah mendapat sorotan saat menerbitkan surat edaran soal himbauan menjauhi budaya syirik. Surat edaran tanpa tandatangan Nurdin Abdullah yang sempat menuai kritik keras dari anggota DPR RI, Luthfi A Mutty.

Baca: Anggota DPR RI Luthfi Mutty Sebut Surat Edaran Pemprov Sulsel Ngawur

Terbaru, adik Mentri Pertanian Amran Sulaiman tersebut kembali tersorot. Kali ini atas sikapnya menghentikan acara musik yang digelar didekat kediamannya.

Penulis: Efrat Syafaat Siregar

spot_img

Headline

spot_img
spot_img