BONE,SULSELEKSPRES.COM – Kementerian Hukum dan HAM Ri dalam hal ini Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Watampone kembali berkomitmen dalam mewujudkan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang berlangsung di Lapas Watampone, jalan Yos Sudarso. Rabu (24/07/2019).
Koordinator Penataan Manajemen SDM, Muhammad Amir dalam keterangan rilisnya menjelaskan tujuan dan target dari pelaksanaan penataan manajemen SDM yang masuk dalam area perubahan yang ke III dalam pembangunan ZI menuju WBK dan WBBM di Lapas Watampone.
“Meningkatkan profesionalisme SDM satuan kerja pada Zona Integritas Menuju WBK/WBBM, dengan target Perencanaan kebutuhan pegawai sesuai dengan kebutuhan organisasi, penerapan pola mutasi internal, pengembangan pegawai berbasis kompetensi, Penetapan Kinerja Individu, penegakan aturan disiplin/kode etik/kode perilaku, sistem informasi kepegawaian pada unit kerja telah dimutakhirkan secara berkala”jelasnya kepada sulselekspres.com.
Lebih lanjut Amir mengungkapkan mengatakan implementasi dari pelaksanaan Zona Integritas di Lapas Kelas IIA Watampone, bermuara pada perubahan Mindset (Pola Pikir) serta Culture Set (Budaya Kerja) dari SDM yang kita miliki.
“Sebagai pelaksana di lapangan dan tentunya seiring dengan akselerasi yang dilakukan masing-masing kelompok kerja, kedisiplinan, serta etika/perilaku SDM sebagai penyedia dan pemberi layanan tidak boleh dikesampingkan,” ungkapnya
Sementara itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Watampone Lukman Amin, mengapresiasi kinerja masing- masing pokja terutama dalam hal pemberlakuan Punishment kepada pegawai yang terlambat mengikuti apel, yang ditandai dengan adanya papan plang penanda yang berdiri terpisah dari para peserta apel.
Lukman mengatakan sejak pemberlakuan punishmnent yang sebelumnya telah kita sosilaisasikan kepada pegawai dan para pegawai komitmen akan hal tersebut, menurut pantauannya, ketepatan waktu serta kepatuhan pegawai dalam mengikuti apel pagi dan pulang meningkat.
“Ketepatan waktu serta kepatuhan pegawai dalam mengikuti apel merupakan cerminan dari adanya perubahan, pada budaya kerja dari pegawai Lapas Watampone yang tentunya akan berdampak pada penigkayan kualitas pelayanan secara prima terhadap masyarakat/pengunjung,”ungkapnya
Diketahui, saat ini Lapas Watampone, tengah berusaha mewujudkan Zona Integritas, dan terus berbenah diri dalam hal peningkatan pelayanan publik baik terhadap WBP maupun kepada masyarakat, yang tentunya berorintasi pada data hasil Survey tingkat kebutuhan dari masyarakat terhadap pelayanan, yang secara berkala dilaksanakan. (*)



