SULSELEKSPRES.COM – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan secara terbuka mengakui belum puas terhadap program tol laut.
Tol laut disebut belum bisa banyak menekan perbedaan harga pangan antar daerah secara signifikan.
“Yang saya belum puas adalah Program Tol Laut karena, menurut hemat saya, belum seperti yang kami harapkan,” tutur Luhut dalam keterangan resmi dalam rangka peringatan Hari Maritim, dikutip dari CNN Indonesia, Senin (23/9/2019).
Program Tol Laut disebut bertujuan untuk mengurangi disparitas harga bahan pokok dan penting di Pulau Jawa atau Indonesia bagian barat dengan pulau-pulau lain di Indonesia bagian Timur. Dalam pelaksanaannya, pemerintah menggelontorkan subsidi.
Namun, dengan dominasi satu operator, Luhut menilai disparitas harga yang terjadi belum terlihat nyata.
“Awalnya, iya kelihatan signifikan bedanya tapi karena yang menjadi operator cuman satu orang, waktu itu kelihatan malah dia jadi monopoli. Nah, itu kan engak boleh. Prinsip pemerintah, enggak boleh ada yang memonopoli, kecuali yang memang betul-betul itu untuk haknya rakyat,” tuturnya.
Untuk itu, sambung ia, pemerintah akan mengatur supaya operator program tidak hanya satu. Sebagai catatan, saat ini operator tol laut adalah PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni.
“Program ini awalnya yang menjadi operator baru satu orang, memang sekarang kami mau bikin dua atau tiga lah sehingga ada yang menjadi kompetitor,” katanya.
(*)



