MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Universitas Bosowa (UNIBOS) menjalin kerjasama dengan empat negara lainnya dalam proses meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian mereka kepada masyarakat.
Kerjasama ini dijalin melalui Konferensi Internasional yang diselenggarakan di Hotel Four Points by Sheraton, Jalan Andi Djemma, kota Makassar, Sabtu (30/11/2019).
International Conference ini merupakan gagasan lima negara, termasuk Universitas Bosowa yang tampil sebagai pencetus dan pelopor gerakan kerjasama internasional di bidang pendidikan ini.
“Jadi konferensi ini yang pertama ya. Ini program dari semua fakultas yg ada di Unibos untuk melakukan kegiatan internasional yang seperti ini,” buka rektor Unibos, Muh. Saleh Pallu.
“Kebeulan yang melaksanakan ini adalah Fakultas Teknik Unibos. Ini merupakan kerjasama empat perguruan tinggi lokal, UNM, UNHAS, Institut Teknologi Sumatera, dan Unibos,” lanjutnya.
Tujuan utama dari kerjasama ini adalah menindaklanjuti kerjasama dalam bidang penelitian, pengabdian, dan penulisan makalah ilmiah. Nantinya makalah tersebut bakal didaftarkan ke sertifikasi jurnal yang diakui secara internasional, yaitu Scopus.
“Tujuannya menindaklanjuti kerjasama dalam hal penelitian, pengabdian, dan penulisan makalah ilmiah. Ini nanti akan dibuat dalam bentuk Crosiring, yaitu kumpulan jurnal yang nanti akan didaftar di Scopus (Sertifikasi jurnal yang diakui secara internasional),” terang Saleh.
Selain empat Perguruan Tinggi lokal yang menjadi pelaksana, konferensi ini juga menggaet empat kampus internasional dari empat negara berbeda, yaitu Jepang, Jerman, Australia, dan Malaysia.
“Syarat untuk konferensi internasional ini minimal ada lima negara, termasuk negara penyelenggara. Empat negara lainnya itu Jerman (Bonn University), Australia (Griffith University), Jepang (Kyushu University), dan Malaysia (Universitas Sains Malaysia),” jelas Saleh.
Kedepannya kerjasama internasional ini bakal dikembangkan dan semakin diperbesar, dengan menggaet kampus-kampus ternama dari berbagai negara lainnya.
“Kedepannya bisa saja ada universitas dari negara lain lagi yang gabung. Kan anggota inikan pencetus, makanya firts, pertama. Bisa saja, nanti pas sementara berjalan ada yang bergabung, lama kelamaan nanti berkembang.”
Latar belakang lahirnya konferrnsi internasional ini adalah pentingnya pengembangan penelitian dan bagian dari tindak lanjut MoU yang telah disepakati sebelumnya.
“Latar belakang munculnya ide ini karena ada MoU yang harus ditindaklanjuti. Nah yang paling gampang itu ya seminar bersama, konferensi bersama, ini tindak lanjutnya kedepan kerjasama penelitian, kerjasama pengabdian masyarakat, pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, dan kerjasama mengenai penggunaan laboratorium,” paparnya.
“Tahun ini belum ada pertukaran, tapi tahun depan tiga atau empat mahasiswa kita kirim ke sana (luar negeri),” lanjutnya.



