SULSELEKSPRES.COM – Wakil Sekjen Partai Demokrat, Rachland Nashidik ikut menyesalkan pernyataan Rocky Gerung berujung pada pelaporan di kepolisian.
Dia mengingatkan kepada pihak PDIP yang tersinggung atas ucapan Rocky Gerung untuk berhati-hati. Kekuasaan disebut seperti roda berputar, sifatnya hanya sementara.
“Saya ingatkan pada kawan-kawan PDIP. Berhati-hatilah dalam mengonsumsi kekuasaan. Roda berputar, cepat atau lambat, kalian akan kembali di bawah. #RockyGerungdiAdukankePolisi,” kata Rachland melalui akun Twitternya, dilihat pada Senin, (7/12/2019).
Seperti banyak diberitakan, kasus Rocky Gerung bermula di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One bertajuk “Maju Mundur Izin FPI” yang tayang pada Selasa (3/12/2019) malam lalu. Rocky dalam acara itu menyebut kalau Presiden Jokowi tidak paham Pancasila. Politisi PDIP kemudian mengancam Rocky untuk dilaporkan ke Polisi.
Dalam tayangan Channel Youtube Realita TV, Rocky membenarkan kalau dirinya memang menyebut Presiden Jokowi tidak paham Pancasila.
BACA: Anak Buah Prabowo Bela Rocky Gerung: Kriminalisasi
“Saya sebutkan memang bahwa Pak Jokowi tidak paham Pancasila. Sebab kalau beliau paham mestinya tidak ada utang berlebihan, mestinya ada penghormatan kepada lingkungan, sehingga tidak ada mentri bilang bahwa demi investasi boleh tidak ada amdal,” jelas Rocky Gerung seperti dilihat Sulselekspres, (5/12/2019).
Dia menjelaskan kalau dalam forum tersebut dirinya menyebut tidak paham, bukan anti Pancasila. Menurut dia, kedalaman pemahaman terhadap Pancasila harusnya menghasilkan policy.
“Saya sebut kata tidak paham, bukan anti. Tidak paham bukan berarti tidak hafal,” katanya.



