24 C
Makassar
Thursday, February 19, 2026
HomeEdukasiKepala LLDIKTI Wilayah IX Dukung Gerakan E-Learning

Kepala LLDIKTI Wilayah IX Dukung Gerakan E-Learning

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Kepala LL Dikti Wilayah IX, Prof. Jasruddin, memberikan dukungan penuh kepada Unversitas Bosowa (Unibos) yang telah berhasil menjadi pelopor penerapan E-Learning di kawasan Indonesia Timur.

“Saya sebagai kepala lembaga pendidikan tinggi Wilayah IX, Sulawesi, mengapresiasi semangat dari Unibos yang secara langsung melaunching elektronik learning,” buka prof Jas.

Di tahap awal, elektronik learning ini akan diterapkan secara kombinasi dengan pembelajaran langsung. Hal itu mengacu pada aturan yang berlaku, bahwa setiap perguruan tinggi diperbolehkan melakukan blebded learning.

“Elektronik Learning ini awalnya akan dikombinasikan dengan pembelajaran langsung. Aturannya jelas, bahwa perguruan tinggi itu boleh melaksanakan blended, yaitu kombinasi antara pembelajaran langsung dan pembelajaran elektronik. Itu 50:50, siapa saja boleh.”

“Makanya ini Bosowa memulai itu. Tapi harapan saya jangan berlama-lama di sini. Kita harus mengusulkan untuk prodi memang harus menggunakan elektronik full. Dengan begitu, Indonesia ini punya perguruan tinggi yang punya mahasiswa di seluruh dunia.”

Penerapan elektronik learning ini bakal dijadikan sebagai wahana untuk meningkatkan ranking perguruan tinggi di Indonesia, dengan menarik mahasiswa dari berbagai negara.

“Salah satu indikator perankingan perguruan tinggi di dunia adalah international student. Itulah yang menjadi kelemahan perguruan tinggi di Indonesia,” beber Jasruddin kepada awak media, Jumat (14/2/2020).

BACA: Belum Sebulan, Universitas Megarezky Makassar Buka 2 Prodi Kekinian

“Bahkan ITB dan UI yang sudah didorong sebagai world class, itu belum menembus ranking dibawah 200. Salah satunya itu karena mahasiswa internasionalnya kurang,” terangnya.

Dengan begitu, ia berharap agar elektronik learning ini bisa menjadi solusi peringkat PT Indonesia di dunia, juga mampu memberikan akses kepada masyarakat luas.

“Harapan kami dengan penggunaan E-Learning ini bisa menambah mahasiswa di luar negeri. Yang kedua, yang paling penting bisa memberikan akses kepada seluruh masyarakat Indonesia, yang ada di pelosok dan tidak punya akses ke kota, tetapi dia ingin maju,” tutup Jasruddin.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img