25 C
Makassar
Tuesday, February 3, 2026
HomeMetropolisLambat Penanganan Pasien Covid-19, NA Usulkan Tiga Lab Kesehatan di Makassar

Lambat Penanganan Pasien Covid-19, NA Usulkan Tiga Lab Kesehatan di Makassar

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, memberikan konfirmasi terkait dua pasien asal kota Makassar yang dinyatakan positif terjangkit Covid-19.

Hal ini disampaikan Nurdin Abdullah dalam agenda konferensi pers yang berlangsung di kediamannya, kompleks Perumahan Dosen (Perdos) Unhas Tamalanrea, Kamis (19/3/2020) malam.

“Saya ingin menjelaskan kepada kita semua bahwa Sulawesi Selatan saat ini ada 17 pasien. Enam dinyatakan negatif, sembilan masih menunggu hasil, dan dua dinyatakan positif,” buka Nurdin Abdullah.

Dua pasien yang dinyatakan positif tersebut satu diantaranya sudah meninggal dunia pada (15/3/2020) yang lalu, sementara satu lainnya sudah sehat dan dibawa pulang oleh pihak keluarga.

Pasien meninggal (Covid-285) awalnya mengeluhkan diare pasca menjalankan ibadah umroh. Setelah dirongent, kedua paru-paru pasien ditemukan gejala pneumonia, dan hasilnya dikirim ke laboratorium Kemenkes RI.

“Covid-285 baru kembali dari umrah. Dia mengeluhkan diare dan batuk. Dirawat di RS Siloam dengan keluhan sesak dan demam. Setelah dilakukan foto Thorax, menunjukkan pneumonia di kedua paru-paru. Sampelnya dikirim ke lab Kemenkes RI. Sayangnya pasien sudah meninggal baru hasil labnya keluar,” ujar Nurdin.

Untuk pasien Covid-286, riwayat penularannya karena melakukan kontak dengan penderita Civid-19. Setelah diambil sampel dan foto rongent, menunjukkan pneumonia dan saat ini sudah dinyatakan sehat.

Proses penanganan pasien yang terbilang lambat ini menjadi kendala tersendiri. Sebab harus melalui proses panjang ke Kemenkes RI dahulu baru bisa diambil hasilnya.

Dengan begitu, Gubernur Sulawesi Selatan mengusulkan kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk melakukan tes laboratorium sendiri.

Untuk melakukan hal itu, Pemprov Sulsel mengusulkan tiga laboratorium yang bakal digunakan untuk melakukan uji lab pasien yang diidentifikasi menderita Covid-19.

Tiga laboratorium tersebut adalah Balai Laboratorium Kesehatan Kemenkes RI yang ada di Makassar, Laboratorium RS. Wahidin, dan laboratorium Universitas Hasanuddin.

BACA: Ini Penyebab Pasien Corona yang Meninggal di Sulsel Lambat Diumumkan

“Mudah-mudahan kedepan kita tidak harus menunggu berhari-hari lagi. Karena kita sudah melakukan upaya mengaktifkan Balai Laboratorium Kesehatan RI yang ada di Makassar, itu sudah kita lengkapi dan selama ini menjadi kebutuhan mereka.”

“Yang kedua kita juga punya laboratorium di Wahidin. Ini tinggal kita sentuh sedikit saja sudah bisa digunakan,” jelas Nurdin.

“Yang ketiga kita akan melengkapi laboratorium kita yang ada di Unhas. Jadi ada tiga laboratorium yang akan kita gunakan,” lanjutnya.

Proses permohonan Pemprov Sulsel ini sudah mendapat persetujuan secara lisan dari Menteri Kesehatan, Dr. Terawan, tetapi Pemprov berharap ada konfirmasi secara tertulis.

“Jadi sekarang kita minta konfirmasi dari Kemenkes melalui Litbangkes. Secara lisan oleh Menteri Kesehatan sudah memberi persetujuan, tapi kita mau secara tertulis juga,” jelas Nurdin.

“Jadi mudah-mudahan kita bisa cepat memberikan penanganan. Jangan seperti dua kejadian kemarin, yang pertama keburu meninggal baru hasil lab nya keluar. Yang kedua, pasiennya sudah sehat baru hasilnya kita dapat,” terang NA.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img