MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Pemerintah Indonesia sampai hari ini masih terus melakukan tindakan antisipasi untuk memmutus mata rantai penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Berbagai hal dilakukan oleh pemerintah mulai dari menetapkan imbauan Sosial Distancing, sampai pada penanganan Pasien Dalam Pantauan (PDP). Selain itu pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga stabilitas kesehatan agar terhindar dari penularan virus tersebut.
Imbauan tersebut direspon baik oleh induk federasi sepakbola Indonesia, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan meliburkan seluruh kompetisi, termasuk Liga 1 dan Liga 2, sampai akhir bulan Juni mendatang.
Menanggapi imbauan PSSI, seluruh klub yang ambil bagian dalam kompetisi tersebut meliburkan semua pemainnya dari semua agenda tim, termasuk agenda latihan. Dengan begitu, semua pemain diizinkan untuk mudik dengan catatan melaksanakan program khusus yang telah diberikan.
Hal ini juga dilakukan oleh PSM Makassar, yang mengizinkan pemainnya pulang ke kampung halaman untuk mengikuti instruksi pemerintah. Para pemain juga dibekali program khusus selama mudik.
Meski telah dibekali program khusus, ternyata tidak sedikit pemain yang melakukan program tambahan untuk mengantisipasi diri agar terhindar dari penularan virus corona.
Hal ini dilakukaan oleh Bayu Gatra, Dedy Gusmawan, Aji Kurniawan, Firza Andika, sampai sang kapten tim, Zulkifli Syukur. Mereka mengaku melakukan berbagai cara mudah yang bisa mengantisipasi penularan virus corona.
Hal dasar yang dilakukan para pemain ini dengan melakukan olahraga agar imun tubuh dan stamina mereka tetap terjaga. Dengan begitu, penularan Covid-19 bisa diantisipasi sedini mungkin.
Bayu Gatra mengaku kerap memanfaatkan waktu untuk berjemur, berolahraga dan membantu orang tua. Selain itu, ia juga kadang melakukan hal menyenangkan yang bisa mengeluarkan keringat, seperti menangkap ikan.
“Tips saya sih kalau habis keluar rumah harus ganti baju dan cuci tangan yang bersih. Selain itu saya juga sering berjemur dan olah raga mas,” ujar Bayu kepada reporter Sulselekspres.com.
“Selain itu saya juga sering bantu-bantu orang tua. Kadang juga seru-seruan sama teman pergi nyetrum ikan mas,” ujar Bayu sembari berkelakar.
Tidak jauh berbeda dengan Bayu Gatra, Aji Kurniawan juga mengaku kerap memanfaatkan waktu untuk berolahraga di lapangan yang ada di kampung halamannya. Selain itu Aji juga terlibat sebagai relawan pencegahan penularan covid-19.
“Selama libur ini ya masih jaga kondisi di rumah. Biasa ke lapangan atau di depan rumah saja berjemur,” beber pemain muda yang beroperasi di sektor sayap tersebut.
“Jauhi keramaian dan makan makanan yang bergizi. Saat ini saya juga ikut bagian untuk mencegah corona, seperti ikut penyemprotan dan lain-lain. Semacam relawan begitulah,” lanjut Aji.
Dedi Gusmawan juga mengutarakan hal yang sama seperti Bayu dan Aji kepada Sulselekspres.com. Ia mengaku intens melakukan program khusus dari pelatih. Selain itu olahraga dan berdoa juga menjadi kunci Dedi terhindar dari penularan virus asal kota Wuhan tersebut.
“Untuk cegah corona sih olahraga dan berdoa saja mas, mudah-mudahan tidak kena. Ada juga program khusus dari pelatih. Dikasih program latihan mas,” terang pemain yang baru didatangkan dari Semen Padang FC awal musim ini.
Tidak ketinggalan Zulkifli Syukur dan Firza Andika terlihat kerap menjalani olahraga dan latihan, sebagaimana terpantau dari akun instagram masing-masing pemain.
Hal ini tentu sangat penting untuk dilakukan, mengingat virus mematikan tersebut sangat mudah menular dan banyak menyerang orang yang memiliki imun tubuh lemah.
Penulis : Widyawan Setiadi



