MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Penjabat wali kota Makassar, M.Iqbal Samad Suhaeb, meminta kepada masyarakat yang belum menerima bantuan sosial sembako, agar bersabar sejenak.
Hal itu dikarenakan proses pengepakan atau proses packing yang dilakukan membutuhkan waktu lebih. Sebab jika terjadi kesalahan dalam isi paket sembako tersebut bisa berakibat kacau.
“Mohon bersabar jika ada yang lambat menerima bantuan ini. Mengingat proses pengepakan memerlukan waktu, karena jika isinya tidak lengkap mereka bertanggung jawab melengkapinya, jadi semuanya butuh waktu, dan membagi juga butuh waktu,” terang Iqbal.
Perlu diketahui, dalam proses pengadaan dan pengemasan paket sembako, pemerintah kota Makassar bekerjasama dengan pihak Bulog dan Perum Perhutani. Hal ini dimaksudkan agar ketersediaan barang bisa diperoleh dengan cepat dan maksimal.
“Sebagai salah satu suplier sembako yang kita tunjuk, BUMN cukup cepat dan menjamin menyediakan pesanan sembako. Jika isinya kurang, mereka cepat melengkapinya.”
“Kita datang untuk mengecek apakah pesanan kami sudah sesuai dan tidak ada hambatan atau seperti apa. Kami harap paketnya tidak dipacking kalau isinya tidak sesuai. Tapi Alhamdulillah, kita cek paketnya sesuai standar kesepakatan kontrak,” beber Iqbal.
Meski begitu, nyatanya masih ada berbagai kendala yang ditemui dalam proses pendistribusian bantuan sosial di masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini.
“Saya sudah mengecek di Dinas Sosial terkait data penerima bantuan sembako PSBB dan Alhamdulillah tim Dinsos telah melakukan verifikasi dengan cukup baik. Kalau ada yang dobel atau ada beberapa belum tercover, ini yang harus diperbaiki, karena program kita cukup banyak, totalnya mencakup hampir 150 ribu kepala keluarga miskin,” jelas Iqbal.
Lebih jauh Iqbal menjelaskan terkait adanya kejadian bantuan sembako yang ditarik kembali. Menurut Iqbal, hal tersebut terjadi karena adanya ketidakjujuran dari masyarakat.
Ada masyarakat yang sudah mendapat bantuan dari salah satu program yang sudah diterima, namun masih menerima di program lainnya, akhirnya mereka menerima dobel.
Iqbal berharap bagi warga yang merasa berhak untuk menerima sembako dalam program PSBB, agar secepatnya melaporkan diri ke RW ataupun RT setempat kemudian dilaporkan ke Kelurahan untuk selanjutnya pihak kelurahan akan mengecek, apakah warga tersebut layak menerima bantuan program PSBB atau tidak.
“Apabila warga tersebut memang namanya tidak masuk dalam data ketiga program yang lama, yakni PKH dan Bantuan Pangan Non Tunai serta Bantuan Sosial Tunai, tentunya datanya akan dimasukkan dalam program sembako PSBB ini,” jelas Iqbal.
Begitupun juga dengan warga yang tidak mampu, khususnya bagi mereka pendatang yang tidak mempunyai KTP dan bekerja di Makassar menurut Iqbal merekaa tetap berhak mendapat bantuan.
“Mereka juga berhak diberi bantuan, dalam arti kata bukan program ini, melainkan bantuan dari perusahaan berupa CSR. Saya harap RT serta RW juga mendata mereka dan menyalurkan bantuan CSR tersebut,” terang Iqbal.



