SULSELEKSPRES.COM – Ekonom senior Rizal Ramli mengkritik rencana pemanfaatan dana haji untuk kepentingan stabilisasi nilai tukar rupiah.
Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sudah memastikan penggunaan dana simpanan yang sedianya membiayai penyelenggaraan ibadah haji 2020 untuk kepentingan memperkuat rupiah. Ini setelah pemerintah sudah memastikan tidak mengirimkan jemaah haji tahun ini.
Rizal Ramli mengatakan, penggunaan dana haji untuk hal lain adalah tanda pemerintah yang sudah kehabisan ide. Dia menyebut kalau kebijakan demikian payah.
“Bener2 sudah kehabisan ide, Dana Haji dipakai untuk penggunaan berresiko support Rupiah. Payah deh,” kata Rizal Ramli dikutip dari akun Twitter pribadinya, (2/6/2020).
Bener2 sudah kehabisan ide, Dana Haji dipakai untuk penggunaan berresiko support Rupiah. Payah deh 👎 Kopas: Haji 2020 Ditiadakan, Dana US$600 Juta Akan Dipakai Perkuat Rupiah https://t.co/tCaEPULvdp
— Dr. Rizal Ramli (@RamliRizal) June 2, 2020
Sebelumnya, Kepala BPKH, Anggito Abimanyu mengatakan, saat ini BPKH memiliki simpanan dalam bentuk dolar Amerika Serikat sebanyak US$600 juta atau setara Rp8,7 triliun kurs Rp14.500 per dolar AS. Dengan begitu, dana itu akan dimanfaatkan untuk membantu Bank Indonesia dalam penguatan kurs rupiah.
BACA:Denny Siregar ke Rizal Ramli: Gak Usah Ngemis, Malu-maluin
Meski begitu, dia melanjutkan, BPKH bersama dengan Bank Indonesia masih mengkaji lebih lanjut mengenai mekanisme pemanfaatan dana tersebut. Itu ditujukan supaya pemanfaatan dana bisa tetap sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan dalan peraturan yang ada.
“InsyaAllah (akan digunakan karena pengiriman haji batal tahun ini). (Mekanismenya) sedang dalam pengkajian,” kata dia dilansir dari VIVAnews, Selasa, 2 Juni 2020.
Seperti banyak diberitakan, pemerintah melalui Kementerian Agama sudah memastikan tidak mengirim jamaah haji tahun ini. Salahsatu alasannya karena pemerintah arah belum membuka akses penyelenggaraan haji.



