24 C
Makassar
Monday, February 23, 2026
HomeNasionalPolitisi Demokrat Pasang Badan untuk Bintang Emon

Politisi Demokrat Pasang Badan untuk Bintang Emon

- Advertisement -

SULSELEKSPRES.COM – Dukungan terhadap komika Bintang Emon juga datang dari kalangan politisi.

Politisi Partai Demokrat, Jansen Sitindaon bahkan mengaku siap pasang badan sebagai pelindung Bintang Emon. Jansen menyebut kalau Wisma Proklamasi 41 yang diketahui sebagai kantor Demokrat siap menampung Bintang jika terjadi apa-apa.

“Utk @bintangemon maju dan semangat terus, dinda. Jika ada apa² kabari aja ya Wisma Proklamasi 41 terbuka untukmu.” kata Jansen melalui akun media sosialnya, dilihat (16/6/2020).

Jansen juga meminta orang tua Bintang untuk tidak perlu kuatir. “Penting kamu jgn buat pidana. Kalau soal videomu tak ada yg salah disitu. Suara kita semua sama. Buat Bapak dan Ibu bintang, kami semua bersamanya bu. Tenanglah bu,” tambahnya.

Dukungan serupa juga disampaikan politisi Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Dia meminta Bintang agar tidak takut memberikan karya.

“Menurut saya ya, komika Bintang Emon terus saja berkarya. Dalam menyuarakan sesuatu itu ada saja memang hambatannya,” ujar Dasco.

Seperti diketahui, beberapa hari terakhir viral video Bintang Emon yang menyindir kasus Novel Baswedan. Sejumlah akun anonim kemudian menyerang Bintang dengan memainkan isu kalau Bintang pecandu narkoba jenis sabu-sabu.

Serangan terhadap Bintang ini kemudian menyeret buzzer yang banyak dituding sebagai dalangnya.

Denny Siregar, penggiat media sosial pendukung pemerintah ikut bersuara. Menurut dia, tudingan kalau serangan terhadap Bintang adalah ulah buzzer sengngaja diframing untuk menjelekkan citra pemerintah.

“Seorang standup komedian nyindir masalah Novel. Diserang dua akun gak jelas dgn follower sedikit. Lalu serangan itu rame2 diviralkan dgn framing, “BuzzeRp @jokowi serang yg kritik pemerintah !” Dibuat trending. Dua akun itu hilang skrg. Gua tau kok maenan kalian,” tulis Denny Siregar, Senin, (15/6/2020).

Menurut Denny, kritik Bintang Emon bukanlah sebuah kesalahan. Hanya saja kritik itu dimanfaatkan untuk menyerang balik, dan serangan itu seolah dilakukan oleh pemerintah.

“Si standup komedian gak salah, dia hanya kritik. Tapi ada yg manfaatkan kritik itu, dgn memakai 2 akun gak jelas utk serang dia, seolah2 itu dr pemerintah. Padahal ya mrk2 juga. Lalu viral, dibuat trending. Tujuannya apa ? Spy publik anggap @jokowi tdk terima kritik. Basi.” pungkasnya.

(*)

spot_img

Headline

spot_img
spot_img