24 C
Makassar
Wednesday, April 1, 2026
HomeMetropolisMengintip Strategi Rudi Djamaluddin Menangani Covid-19 di Makassar

Mengintip Strategi Rudi Djamaluddin Menangani Covid-19 di Makassar

- Advertisement -

MAKASSAR, SULSELEKSPRES.COM – Penjabat wali kota Makassar yang baru saja dilantik, Rudi Djamaluddin, langsung menyampaikan strategi penanganan Covid-19 di kota Makassar yang dianggap sulit untuk diselesaikan.

Hal itu disampaikan Rudi kepada awak media pasca dirinya menerima jabatan Pj wali kota, di rumah jabatan Gubernur Sulsel, Jumat (26/6/2020).

Menurut Rudi, penanganan Covid-19 harus dilakukan secara bersama-sama, mulai dari RT/RW. Selain itu, edukasi yang massif juga perlu dilakukan kepada masyarakat.

“Saya hadir sebagai Pj wali kota Makassar untuk melayani rakyat. Yang paling penting sekarang membebaskan masyarakat dari wabah Covid-19, mulai dari RT/RW,” buka Rudi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, warga kota Makassar harus menerapkan tiga kunci pokok, yaitu kepatuhan, kejujuran, dan kebersamaan.

Jika hal ini terbukti efektif, maka tidak perlu lagi dilakukan PSBB jilid III, juga tidak perlu mengeluarkan peraturan wali kota (Perwali) yang baru, tetapi jika gagal, maka perwali baru perlu dipertimbangkan.

“Kita akan evaluasi apakah ada sisi kreatif dan inovatif yang bisa disisipkan di Perwali untuk dilengkapi. Kita akan berpikir bersama, mengundang ahli pedomologi, ahli sosiologi untuk mengedukasi warga, nanti dituangkan di Perwali dalam pelaksanaannya,” jelasnya.

“Kita harap tidak ada PSBB. Kita akan mengendalikan Covid tapi tidak menekan ekonomi. Masyarakat sudah cukup terpukul masalah ekonomi, kita coba mengambil pertimbangan yang tetap bisa mengendalikan, tapi yang lain bisa berjalan,” lanjutnya.

Untuk target waktu penanganan, Rudi berharap bisa mengentaskan Covid-19 hingga dua minggu kedepan, kemudian akan melakukan evaluasi kembali.

“Kita upayakan cepat-cepat. Kalau kita benar-benar patuh, jujur, dan bersama, serta bisa efektif di seluruh masyarakat, maka penanganan Covid ini dua minggu masa mutasi. Kota ingin secepatnya keluar dari sini,” terangnya.

spot_img

Headline

spot_img
spot_img